Mediasi Deadlock, Nasib Pesangon Ratusan Karyawan Terkatung-katung

Proses mediasi ratusan pegawai dengan manajemen PT Dharmatama Mega Finance untuk menuntut pesangon yang tak dibayar sejak 2013 mengalami kebuntuan.

Mediasi Deadlock, Nasib Pesangon Ratusan Karyawan Terkatung-katung
Warta Kota/Feryanto Hadi
Perwakilan Karyawan PT Dharmatama Mega saat melakukan mediasi dengan manajemen PT Dharmatama Mega, Rabu (25/10). 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Proses mediasi ratusan pegawai dengan manajemen PT Dharmatama Mega Finance untuk menuntut pesangon yang tak dibayar sejak 2013 mengalami kebuntuan.

"Hari ini mediasi dengan penggugat dan tergugat sejak jam sembilan pagi tapi tidak ada kata sepakat dalam mediasi ini," kata Daniel Manahutu, salah satu perwakilan Karyawan PT Dharmatama Mega, Rabu (25/10).

Daniel mengungkapkan, dalam mediasi yang dipimpin hakim Baskara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, antara kedua pihak masih bersikukuh dengan pandangannya masing-masing.

Hal ini, membuat nasib ratusan karyawan makin tidak jelas.

"Harapan kami tentu saja semua hak-hak karyawan bisa terselesaikan dengan mediasi ini tetapi nyatanya tidak terjadi. Tuntutan karyawan masih sama, berharap uang atas masa kerja yang sudah dilakukannya bisa diterima," jelasnya.

Kasus tak dibayarkannya pesangon itu sendiri terjadi lantaran adanya dua kepemilikan atas ruko ditempat kerja ratusan karyawan.

Dimana penggugat atas nama Kelvan Firman mengaku bahwa aset ruko yang ada di kawasan Bungur adalah miliknya.

Namun, PT Dharmatama Megah Finance mengaku bahwa ruko tersebut adalah miliknya.

Sehingga tuduhan kepemilikan ruko dari penggugat dianggap sangat dipaksakan dan tidak masuk akal.

Kuasa hukum tergugat, Harry Syahputra SH menyatakan dengan gagalnya mediasi ini, kedua belah pihak akan melakukan pembuktian melalui persidangan.

"Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan ke pokok perkara. Kita limpahkan kepada majelis perkara. Tapi klien tetap yakin bahwa itu aset milik klien saya. Selanjutnya kita tetap fokus pada pembuktian karena mediasi tidak ketemu jalan keluar," ungkapnya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved