Balikin Barang Korban, Motor Pelaku Jambret Malah Dibakar Massa

Korban pun mengaku sangat berterima kasih kepada WA dan tidak berniat memperpanjang masalah ke ranah hukum. Namun, motor WA dibakar massa.

Balikin Barang Korban, Motor Pelaku Jambret Malah Dibakar Massa
Kompas.com/Abdul Haq
WA (21) tengah diinterogasi aparat Kepolisian Resor (Polres) Gowa, Sulawesi Selatan usai dievakuasi dari kepungan massa setelah mengembalikan harta milik korban yang dijambretnya. Selasa, (24/10/2017). 

WARTA KOTA, GOWA --- Dihantui rasa bersalah usai menjabret korbannya, seorang pria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan nekat mengembalikan harta yang dijambretnya kepada korban.

Naas, pelaku malah dikepung warga yang hendak menghakiminya. Namun aparat kepolisian tiba di lokasi tepat waktu dan mengevakuasi pelaku. Meski demikian, sepeda motor pelaku menjadi sasaran pembakaran warga.

Peristiwa yang terjadi Selasa (24/10/2017), pukul 21.00 wita, di Dusun Bontocinde, Desa Panakukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini bermula saat WA (21) nekat mencari rumah korban yang dijambretnya, Halima (52).

Setelah bersusah payah mencari rumah korban berdasarkan alamat pada KTP di tas korban, WA akhirnya berhasil bertemu dengan korbannya pukul 18.00 Wita.

"Ada KTP-nya di tas, jadi saya cari rumahnya mau kembalikan barang sama sisa uang yang saya pakai karena saya merasa bersalah terus," tutur WA.

Mengetahui tamu yang datang adalah pelaku yang menjabret dan hendak mengembalikan harta benda miliknya, Halima langsung berteriak histeris sebagai rasa syukur. Tas bersama sejumlah barang berharga telah kembali ke tangannya.

Pelaku sendiri telah menggunakan uang milik korban sejumlah Rp 5 juta dari total uang korban Rp 13 juta. Korban pun mengaku sangat berterima kasih kepada WA dan tidak berniat memperpanjang masalah ke ranah hukum.

"Saya sangat bersyukur. Padahal saya sudah putus asa pikirkan kejadian tersebut dan saya mau damai tidak memperpanjang masalah ini," ucap Halima.

Mengepung

Sejumlah tetangga korban yang mendengar peristiwa ini langsung berdatangan. Masalah lain muncul saat ratusan massa mengepung rumah korban dan hendak menghakimi WA meski telah mengembalikan hasil kejahatannya.

Halaman
12
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help