Lewat Permainan, Raffi Mulai Terbuka

Pendiam dan irit bicara, Raffi (4), balita yang ditemukan warga tengah sendirian di kawasan Pasar Rebo, Minggu (22/10) kemarin, mulai terbuka.

Lewat Permainan, Raffi Mulai Terbuka
Warta Kota/Dwi Rizki
Raffi ditemani petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - Pendiam dan irit bicara, Raffi (4), balita yang ditemukan warga tengah sendirian di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Minggu (22/10/2017) kemarin mulai terbuka.

Perlahan namun pasti, petugas Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur mulai mendapatkan informasi terkait sosok bocah malang itu.

Perkembangan kejiwaan tersebut diungkapkan Kepala PSBI Bangun Daya II, Saiman menunjukkan bahwa Raffi telah merasa nyaman di bawah pengasuhan petugas di panti sosial.

Raffi pun kini bermaksud dengan sejumlah anak di panti, berbeda saat pertama kali datang ke panti sosial usai diselamatkan Petugas P3S Sudin Sosial Jakarta Timur di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Minggu (22/10/2017) kemarin.

Baca: Arief Tanda Tangani Nota Penyerahan Hibah Daerah dengan Panwaslu Tangerang

"Anaknya memang pendiam, karena memang pasti ada tekanan, karena jauh dari orangtua dan berada di lingkungan baru. Pelan-pelan petugas lakukan pendekatan untuk mencari tahu identitas orangtua dan kenapa dia bisa sendirian di tengah jalan yang ramai," ungkapnya kepada Warta Kota di PSBI Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (23/10/2017).

Informasi awal diketahui jika bocah malang itu berasal dari Cilebut, Bogor, Jawa Barat, Raffi katanya hanya terdiam ketika diajukan beberapa pertanyaan lainnya.

Tetapi setelah diajak main dan diberikan makanan, Raffi semakin terbuka dan mengingat nama ayah dan ibunya serta adik kandung yang berusia dua tahun.

"Nama ayahnya Rendi, kalau ibunya Pipih, dia juga dua bersaudara, adiknya umur dua tahun, namanya nggak tahu karena biasa penggil adek. Kita masih akan coba pendekatan, khususnya cerita mengapa dia bisa sampai ke Pasar Rebo dari rumahnya di Cilebut, Bogor," ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, tidak hanya didatangi seorang pria yang mengaku sebagai ayah kandung Raffi (4) bocah yang ditemukan warga sendirian di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Minggu (22/10/2017) kemarin, petugas Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur pun mendapatkan tiga panggilan telepon masuk yang mengaku sebagai orangtua Raffi.

Telepon yang berturut-turut masuk pada Minggu (22/10/2017) petang itu disampaikan Kepala PSBI Bangun Daya II, Saiman diterima dan dicatat oleh petugas.

Seluruhnya menyampaikan keterangan seragam, yakni mereka adalah orangtua kandung Raffi yang tinggal di Cilebut Bogor, baru menyadari Raffi hilang lewat pemberitaan dan ciri-ciri dilihat dari pakaian yang terakhir dikenakan Raffi.

Baca: Hasil Survei: Jokowi Tertinggi, AHY Ketiga

Keterangan berbeda diungkapkannya, hanya pada alasan mengapa Raffi bisa hilang, di antaranya alasan kepergian Raffi dari rumah karena dibawa saudara ke Jakarta, Raffi terlepas waktu pergi bersama ayahnya dan mengaku tidak tahu mengapa Raffi bisa menempuh perjalanan jauh dari rumahnya di Cilebut, Bogor hingga Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Ada tiga yang telepon semalam, tetap kita layani dan tanyakan beberapa pertanyaan soal kehilangan Raffi. Kami tekankan agar mereka bisa langsung datang ke panti untuk bawa kelengkapan berkas mulai dari Akte Lahir, KTP (Kartu Tanda Penduduk) sama KK (Kartu Keluarga)," ungkapnya kepada Warta Kota di PSBI Bangun Daya II Cipayung, Jakarta Timur pada Senin (23/10/2017).

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved