Ini yang Dilakukan Kapolresta Tangerang di Perayaan Hari Santri

Pada apel Hari Santri, Sabilul berinisiatif mewakafkan 1000 kitab kuning untuk para santri.

Ini yang Dilakukan Kapolresta Tangerang di Perayaan Hari Santri
Warta Kota/Andika Panduwinata
Kapolreta Tangerang, AKBP Sabilul Alif, membagikan kitab kuning untuk para santri pada apel perayaan Hari Santri, Senin (23/10). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Andika Panduwinata

WARTA KOTA, TANGERANG -- Kapolresta Tangerang, AKBP Sabilul Alif memimpin anggota mengikuti apel dalam rangka perayaan Santri'>Hari Santri di lapangan Pemkab Tangerang, Senin (23/10/2017).

Sebagai apresiasi kepada santri, dirinya perintahkan anggota di pelayanan dan anggota yang mengikuti apel untuk mengenakan sarung serta peci.

Meski begitu, dipastikan sarung dan peci tidak mengurangi atau mengganggu semangat pelayanan dan tugas.

Pada apel Hari Santri, Sabilul berinisiatif mewakafkan 1000 kitab kuning untuk para santri.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, hadir pada perayaan Hari Santri, Senin (23/10).
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, hadir pada perayaan Hari Santri, Senin (23/10). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Secara simbolis, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar juga turut menyerahkan kitab kuning tersebut.

"Usai apel, saya menghampiri para santri yang membentangkan spanduk ucapan terima kasih. Saya terharu dan merasa tidak pantas mendapat ucapan itu karena apa yang saya lakukan dan berikan untuk santri belum seberapa. Saya kemudian menyerahkan langsung kitab kuning kepada santri-santri itu," ujar Sabilul.

Sebagai orang yang lahir dari dunia pesantren, Sabilul paham betul karakter santri.

Pesantren memiliki doktrin istimewa yaitu hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman.

Kapolreta Tangerang, AKBP Sabilul Alif, dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, saat berfoto bersama dengan para santri usai perayaan Hari Santri, Senin (23/10).
Kapolreta Tangerang, AKBP Sabilul Alif, dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, saat berfoto bersama dengan para santri usai perayaan Hari Santri, Senin (23/10). (Warta Kota/Andika Panduwinata)

Doktrin itu melekat sehingga tidak mengherankan bila dulu kaum santri mati-matian memperjuangkan kemerdekaan.

Atas jasa kalangan pesantren, negara pun mengapresiasi dengan menetapkan 22 Oktober sebagai Santri'>Hari Santri.

"Sekali lagi, ini merupakan bukti bahwa agama dan negara bukanlah dua kutub yang berlawanan. Keduanya adalah kesatuan di bawah lindungan Tuhan," ucapnya.

"Semoga momentum Hari Santri membuat segenap elemen bangsa makin bersinergi. Untuk bersama-sama mewujudkan negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur," kata Sabilul. (*)

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, hadir pada perayaan Hari Santri, Senin (23/10).
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, hadir pada perayaan Hari Santri, Senin (23/10). (Warta Kota/Andika Panduwinata)
Penulis: Andika Panduwinata
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help