WartaKota/

Citilink, Satu-satunya Maskapai Layani Semarang-Palembang PP

Penerbangan rute baru dari Semarang ke Palembang dan Banjarmasin akan mulai beroperasi serentak pada 29 Oktober 2017 menggunakan Airbus A320.

Citilink, Satu-satunya Maskapai Layani Semarang-Palembang PP
Istimewa
ILUSTRASI Maskapai Citilink Indonesia. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali membuka dua rute penerbangan langsung, yakni Semarang - Palembang dan Semarang - Banjarmasin PP, untuk mendukung ekspansi bisnis yang agresif sebagai bagian dari strategi percepatan perusahaan.

“Melihat besarnya potensi wisata ketiga destinasi tersebut, pembukaan kedua rute baru ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah dalam meningkatkan potensi pariwisata lokal serta mempercepat pertumbuhan ekonomi ketiga provinsi tersebut,“ Kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo di Jakarta.

“Saat ini Citilink Indonesia merupakan satu - satunya maskapai yang melayani penerbangan langsung dari Semarang - Palembang. Sedangkan untuk rute Semarang - Banjarmasin, Citilink optimis akan mencapai target market share sebasar 47 persen.“ tambah Juliandra.

Penerbangan langsung SemarangPalembang akan ditempuh dalam waktu 1 jam 45 menit, dengan kode penerbangan QG-796 pesawat akan berangkat dari Semarang sekali sehari pada pukul 12.05 WIB dan tiba di Palembang pukul 13.50 WIB.

Sedangkan penerbangan SemarangBanjarmasin, dengan kode penerbangan QG-974 akan ditempuh dalam 1 jam 25 menit dengan waktu keberangkatan pukul 08.15 WIB dan tiba di Banjarmasin pukul 10.40 WITA.

Penerbangan rute baru dari Semarang ke Palembang dan Banjarmasin ini akan mulai beroperasi serentak pada 29 Oktober 2017 menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

Pariwisata Indonesia

Pembukaan rute baru Citilink Indonesia turut membangun pertumbuhan pariwisata alam hutan hujan di Banjarmasin sedangkan Palembang juga sedang berbenah diri menyambut berbagai event internasional terutama dengan Asian Games 2018 mendatang.

Juliandra menjelaskan bahwa Semarang dan Palembang memiliki kedekatan historis latar belakang dengan besarnya pengaruh kebudayaan Tiongkok, karena kedua daerah tersebut terletak di jalur Samudra Penjelajah Tiongkok Laksamana Cheng Ho saat memimpin ekspedisi ke Samudera Barat.

“Semarang, Palembang, dan Banjarmasin memiliki destinasi wisata dengan nuansa yang unik sehingga ketiganya memiliki peranan strategis dalam pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan Pemerintah Indonesia,“ katanya.

Ketiga kota tersebut juga memiliki potensi untuk mendorong peningkatan kelas industri pariwisata dari berbagai sektor, mulai dari objek wisata hingga industri MICE (Meeting, Intensive, Conference, Exhibition) berskala internasional.

Wisata sejarah serta budaya yang dimiliki oleh ketiga kota ini diharapkan akan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara sehingga dapat membantu pencapaian target Kementerian Pariwisata RI untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga tahun 2019.

Semarang, Palembang, dan Banjarmasin juga merupakan salah satu kota penopang utama pertumbuhan ekonomi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Sesuai data BPS untuk kuartal II 2017, ketiga kota ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil dan baik dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen, sedangkan tingkat pertumbuhan ekonomi Semarang, Palembang dan Banjarmasin masing-masing adalah 5,8 persen, 5,19 persen dan 7,71 persen. (*)
 

Penulis: Fred Mahatma TIS
Editor: Fred Mahatma TIS
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help