Warga Bekasi banyak Jadi Korban KTP Terkatung-katung sudah Datang ke TMII hanya Gigit Jari

Bukan informasi bagus yang didapat saat tiba di lokasi, namun rasa kecewa atas informasi yang diberikan oleh petugas.

Warga Bekasi banyak Jadi Korban KTP Terkatung-katung sudah Datang ke TMII hanya Gigit Jari
Warta Kota/Joko Supriyanto
Banyak warga kecewa dan kesal KTP tidak kunjung jadi. Suasana layanan Dukcapil di TMII di hari terakhir, Minggu (22/10/2017). 

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Kecewa dan kesal itulah yang dirasakan Yudha (28) salah satu warga Bekasi yang rela datang jauh-jauh ke Layanan Dukcapil Untuk mengurus e-KTPnya.

Namun sayangnya, bukan informasi bagus yang didapat saat tiba di lokasi, namun rasa kecewa atas informasi yang diberikan oleh petugas.

Bagaimana mana tidak, ia sudah datang pagi hari namun ternyata petugas menginformasikan bahwa penyerahan berkas sudah tidak dapat dilakukan, petugas hanya memberikan informasi kepada pengujung untuk meninggalkan nama, NIK Suket dan Nomor telepon saja.

"Gini loh ini kan bukan saya aja yang datang ke sini, tapi sampai sini hanya suruh catat nama, NIK dan nomor telepon saja, kalo seperti itu kan nanti gak jelas kedepannya, mereka bisa jamin e-KTP kita jadi," kata Yudha, saat ditemui, Minggu (22/10/2017).

Suasana layanan Dukcapil di TMII di hari terakhir, Minggu (22/10/2017).
Banyak warga kecewa dan kesal KTP tidak kunjung jadi. Suasana layanan Dukcapil di TMII di hari terakhir, Minggu (22/10/2017). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Pada hari ini, bagi warga yang belum memberikan berkas memang hanya diminta untuk mencantumkan nama, NIK Suket dan Nomor telepon, selanjutnya jika verifikasi berjalan, maka akan dilakukan cetak dan warga akan dihubungi untuk melakukan pengambilan di Kelurahan mereka.

Namun sayangnya, menurut Yudha, berkas yang diminta dijadikan satu oleh petugas baik itu DKI dan luar DKI.

"Ini kan yang datang banyak, emang dia mau telepon satu satu, gak mungkin, pasti gak berjalan ini, ini bukan saya sendiri, tapi saya kasihan sama yang lain, sudah jauh-jauh tapi hanya begini aja, apa lagi kita masuk bayar, belum lagi makan," katanya.

Yudha mengaku, memang baru dapat berkunjung pada hari ini lantaran baru mendapatkan hari libur kerja, sehingga ia ingin mengurus e-KTP-nya yang sudah setahun tak kunjung jadi.

"Saya kan orang bekas tapi emang tinggal di Jakarta sekarang makanya ini saya mau urus, soalnya ribet kalo mau urus rekening," katanya.

Suasana layanan Dukcapil di TMII di hari terakhir, Minggu (22/10/2017).
Suasana layanan Dukcapil di TMII di hari terakhir, Minggu (22/10/2017). (Warta Kota/Joko Supriyanto)

Sementara itu, salah satu petugas mengatakan akan segera mungkin mempercepat proses pelayanan Dukcapil bagi warga yang belum menyerahkan berkas.

"Intinya, nanti semua ini akan kami proses yang terpenting NIK dan nama, serta nomor telepon, secepatnya kami akan segera menghubungi," katanya.

Selain itu menurutnya jika nanti warga sudah dihubungi maka untuk mengambil e-KTP nanti dapat dilakukan di Kelurahan masing-masing.

"Kita secepatnya akan proses yang terpenting sabar aja, nanti klo sudah selesai kami akan hubungi dan pengambilan di Kelurahan masing-masing, jadi kalo ada kekurangan nanti kita kasih tahu, juga jadi tidak hanya yang sudah jadi saja, jika ada yang kurang maka akan kami hubungi," katanya. (Joko Supriyanto)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved