Jual Mobil Xenia Rp 10 Juta Tanpa STNK Berkunci Kontak Duplikat, Residivis ini Dicokok Polisi

Keenakan menjual mobil Xenia tahun 2012 seharga Rp 10 tanpa STNK dan hanya dengan kunci duplikat, pria residivis ini dibekuk polisi.

Jual Mobil Xenia Rp 10 Juta Tanpa STNK Berkunci Kontak Duplikat, Residivis ini Dicokok Polisi
Tribun Lampung
Ilustrasi residivis 

WARTA KOTA, SEMANGGI -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menyampakan bahwa polisi telah menangkap seorang pria berinisial DS (35) di Mal Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, Sabtu (22/10/2010).

Penangkapan dilakukan setelah polisi memperoleh informasi  bahwa pelaku yang menjual mobil Daihatsu Xenia putih tahun 2012 H 8840 TR seharga Rp 10 juta tanpa disertai STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) dan kunci kontaknya pun berupa kunci duplikat.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Nico Afinta, Minggu (22/10/2017) menjelaskan polisi menemukan bukti, mobil yang dijual DS itu milik sebuah usaha rental mobil di Semarang, Jawa Tengah. Sementara DS adalah residivis kasus perampokan yang pernah mendekam di penjara selama sembilan tahun.

"Pelaku menjual satu unit mobil Xenia milik korban rental di Semarang. Dia menjual Rp 10 juta tanpa STNK dan kunci duplikat palsu," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar (Kombes) Nico Afinta, ketika dihubungi, Minggu (22/10/2017).

Penangkapan terhadap pelaku berlangsung hari Sabtu (21/10/2017) pukul 18.00 di parkiran Mal Lokasari Tamansari Jakarta Barat.

Awalnya anggota tim Opsnal Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggunakan teknik penyamaran sebagai pembeli.
DS tak sadar bahwa ia telah menjual secara putus terhadap petugas yang tengah menyamar.

Kepada para petugas yang menyamae itu DS menjual mobil tanpa STNK seharga Rp 10 juta dengan menggunakan kunci duplikat.

"Saat transaksi penjualan mobil terjadi, kami langsung menangkap DS," kata Nico Afinta.

Dari pemeriksaan awal, kaat Nico, pelaku mengaku telah 12 kali melakukan aksi penjualan mobil seperti itu. Korban terbanyak berada di wilayah Jawa Tengah.

"Pelaku merupakan residivis kasus perampokan. Pernah ditahan selama sembilan tahun di lapas Kedung Pani Semarang," jelasnya

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved