16 Polisi Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Kelompok Militan

Setidaknya 16 polisi tewas dalam bentrokan senjata saat dilakukan aksi penggerebekan ke sebuah lokasi di kawasan padang pasir Mesir barat.

16 Polisi Mesir Tewas dalam Bentrokan dengan Kelompok Militan
Antaranews.com
Hujan es di Kalteng -- Ilustrasi butiran hujan es yang sempat mengejutkan warga Desa Sebabi, Kecamatan Telawang Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat (20/10.2017). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Setidaknya 16 polisi tewas dalam bentrokan senjata saat AKSI penggerebekan ke sebuah lokasi di daerah padang pasir Mesir barat, yang diduga sebagai tempat persembunyian kelompok militan.
Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat, kata beberapa sumber. Demikian kata petugas keamanan setempat, Jumat.

Sejumlah sumber mengatakan, pihak berwenang mengikuti petunjuk ke arah sebuah apartemen, yang diduga menjadi tempat tinggal delapan anggota Hasm.

Kelompok Hasm adalah kelompok yang telah menyatakan bertanggung jawab atas sejumlah serangan di ibu kota negara sejak tahun lalu dengan mengincar para hakim dan polisi sebagai korbannya.

Para tersangka militan dilaporkan berupaya kabur setelah terlibat adu tembak di lokasi tersebut. Para tersangka melanjutkan tembakan terhadap unit keamanan kedua, yang datang membantu penggerebekan dari atap gedung-gedung sebelah apartemen.

Sumber-sumber di Mesir mengatakan tersangka kelompok militan juga menggunakan bahan peledak dalam serangan.

Dua sumber bidang keamanan mengatakan delapan personel keamanan mengalami luka dalam bentrokan itu sementara satu sumber lainnya mengatakan bahwa empat orang yang terluka adalah polisi dan empat lainnya adalah tersangka milisi.

Mesir menuding Hasm sebagai sayap militan Ikhwanul Muslim, yaitu kelompok Islamis yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah pada 2013. Ikhwanul Muslim membantah tuduhan itu.

Pemberontakan kalangan Islamis di semenanjung Sinai itu telah berkembang sejak militer menggulingkan Presiden Mohamed Mursi asal Ikhwanul Muslim pada pertengahan 2013, menyusul munculnya serangkaian protes terhadap kepemimpinannya.

Kelompok militan yang melakukan pemberontakan pada 2014 itu menyatakan kesetiaan kepada ISIS.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved