Jalur Trotoar Belum Rampung, Pedagang Batu Alam di Pulomas Bingung

Namun tak lama kemudian dapat informasi jalur trotoar akan dibuat di depan, hingga akhirnya pedagang memindahkan lagi ke belakang hingga saat ini.

Jalur Trotoar Belum Rampung, Pedagang Batu Alam di Pulomas Bingung
m13/Joko Supriyanto
LOKASI sejumlah pedagang batu alam di Jalan Ahmad Yani, Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (19/10/2017). Para pedagang ini menanti kejelasan lokasi yang akan dijadikan trotoar. 

WARTA KOTA, PULOMAS ---  Pemerintah Provinsi Jakarta mencanangkan revitalisasi trotoar yang berada di Jakarta, bahkan proyek tersebut terus dikebut pengerjaannya.

Hingga saat ini proses revitalisasi tersebut terus berjalan, bahkan dalam proses tersebut beberapa pedagang kerap kali harus dipindahkan meski telah puluhan tahun berada di area trotoar.

Seperti halnya proyek revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Pulomas, Jakarta Timur.

Saat ini sepanjang jalur tersebut tengah dalam pengerjaan, namun ada beberapa meter pengerjaan belum tuntas. Menurut salah satu pedagang, proyek tersebut belum dilanjutkan karena tidak ada kejelasan mengenai jalur trotoar yang akan dibuat.

Tapi beruntungnya para pedagang Batu alam dan Taman di kawasan tersebut tidak direlokasi melainkan hanya mengeser lapaknnya.

"Ini belum dikerjain lagi karena binggung mau bikin jalur mana, apakah di depan, belakang atau tengah, kalo relokasi ngga ada hanya disuruh minggir sedikit," kata Hotman (40) salah satu pedagang saat ditemui Warta Kota, Kamis (19/10/2017).

Menurut Hotman sebelumnya ada petugas yang mengatakan akan membuat jalur trotoar di belakang, atas informasi tersebut akhirnya para pedagang memindahkan lapaknya sedikit ke depan.

Namun tak lama kemudian dapat informasi jalur trotoar akan dibuat di depan, hingga akhirnya pedagang memindahkan lagi ke belakang hingga saat ini.

"Ini juga ngga jelas, kemarin bilang begini, begitu, kita udah pindahin, pindahin kan juga bayar orang, jadi ngga tahu ini gimana. Katanya sih jalur trotoarnya di tengah," katanya.

Walau begitu ia tetap mengikuti aturan yang ada, namun ia berharap ada kejelasan di mana jalur trotoar yang akan dibuat.

Pedagang batu alam lainnya, Jono (45), mengatakan bahwa ia, hanya mengeser lapaknya ke belakang sehingga di depan lapaknya dibuat jalur trotoar. Jalur trotoar yang melintas di depan lapaknya memang sudah selesai, hanya saja ada beberapa meter trotoar belum selesai.

"Kalo yang di sini memang sudah selesai duluan, kemarin ngga direlokasi hanya mundurin ke belakang aja," kata lelaki yang sudah puluhan tahun bekerja di kawasan tersebut.

Ia mengaku tidak ada yang dirugikan saat pengerjaan trotoar berlangsung, karena menurutnya pembeli batu alam dan beberapa hiasan taman lebih banyak pesenan pelanggan.

"Kalo orang ke sini hanya pesen aja, jadi ngga terganggu sih, kita kan kadang sampai malam juga," katanya. (m13/Joko Supriyanto)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved