WartaKota/

Anak Muda Tangsel Sulap Limbah Gudang Jadi Meja dan Bangku, Dijual Rp 2 Jutaan

Satu set Tongku sendiri ia hargai mulai dari Rp 2 Juta sampai Rp 2,7 Juta, tergantung dengan spesifikasi

Anak Muda Tangsel Sulap Limbah Gudang Jadi Meja dan Bangku, Dijual Rp 2 Jutaan
Alija Berlian Fani
Produk TongKu karya anak muda Tangsel di gang Guan, Setu, Tangsel, Rabu (18/10/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, SETU -- Kreatifitas bisa datang dari berbagai sumber, seperti yang dilakukan oleh anak-anak muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan mengubah limbah jadi karya.

"Awalnya terpikir karena kita dekat dari kawasan Pergudangan Taman Tekno, dan banyaknya limbah terus muncul ide membuat TongKu ini," ujar Sahrul (34) salah seorang pelopor pertama ide pengguna limbah tersebut di gang Guan, Setu, Tangsel, Rabu (18/10/2017).

Anak muda Tangsel saat membuat produk TongKu di gang Guan, Setu, Tangsel, Rabu (18/10/2017).
Anak muda Tangsel saat membuat produk TongKu di gang Guan, Setu, Tangsel, Rabu (18/10/2017). (Alija Berlian Fani)

Pria jebolan STM Sasmita, Pamulang ini mulanya mengeluhkan wilayah kampungnya yang berbatasan langsung dengan Kawasan Pergudangan Taman Tekno, BSD terdapat tempat kumuh pengumpulan limbah barang-barang bekas.

Bahkan menurut Sahrul karena kumuh dan semrawutnya tempat tersebut, penyebaran penyakit sangatlah cepat, terutama sarang nyamuk penyebab penyakit DBD di wilayahnya.

Melihat kondisi yang semakin buruk tersebut, akhirnya Sahrul bersama teman-temannya memutuskan untuk melakukan sebuah perubahan terhadap tumpukan limbah bekas.

Dari situlah tercetus ide membuat "TongKu", di mana membuat limbah tak terpakai menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis dan memberikan penghasilan bagi warga sekitar.

Dengan memberdayakan anak muda sekitar, Sahrul membuat usaha pengolahan tong bekas menjadi satu set bangku dan meja cantik yang biasa digunakan di cafe atau di ruang-ruang tunggu sebuah kantor.

"Kita awalnya ngolah dari tong bekas , kemudian kita pola pakai mesin, dihaluskan dan kita cat sampai 3 lapis sesuai pesanan konsumen," ungkap Syahrul.

Untuk membuat satu set Tongku tersebut, menurutnya memakan waktu yang cukup lama yaitu memakan waktu sekitar dua Minggu pengerjaan hingga Tongku siap untuk digunakan.

"Sekarang Alhamdulillah, pesanan ada aja. Udah banyak di pakai di Kantor-kantor, Cafe. Ini aja sekarang kita lagi mengerjakan pesanan dari Kecamatan Setu," ungkapnya.

Satu set Tongku sendiri ia hargai mulai dari Rp 2 Juta sampai Rp 2,7 Juta, tergantung dengan spesifikasi dan tingkat kesulitan pengerjaan pesanannya yang di minta pembeli.

Syahrul berharap, usaha UMKM yang dirintisnya bersama anak muda ini bisa semakin berkembang seiring semakin meningkatnya kompetensi, ketersediaan alat-alat, dan bahan baku yang tersedia.

"Kalau alat-alatnya lengkap, bahan bakunya gampang terus juga skill kita untuk untuk mengkonsep meningkat, kita siap untuk menjual ke daerah lain," jelasnya. (*)

Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help