Sebanyak 37.500 Mangrove Ditanam di Pantai Selatan Pulau Kelapa Dua

Upaya konservasi pesisir pantai selatan Pulau Kelapa Dua sekaligus peningkatan perekonomian warga terus digalakan Pemkot Kepulauan Seribu.

Sebanyak 37.500 Mangrove Ditanam di Pantai Selatan Pulau Kelapa Dua
Warta Kota/Dwi Rizki
Pemerintah Kotamadya Kepulauan Seribu bersama warga yang tergabung dalam Yayasan Sentra Penyuluhan Konservasi Pedesaan (SPKP) Bintang Laut menanam 37.500 batang mangrove di pesisir selatan Pulau Kelapa Dua, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu hari ini, Senin (16/10/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Upaya konservasi pesisir pantai selatan Pulau Kelapa Dua sekaligus peningkatan perekonomian warga terus digalakan Pemerintah Kotamadya Kepulauan Seribu bersama warga yang tergabung dalam Yayasan Sentra Penyuluhan Konservasi Pedesaan (SPKP) Bintang Laut.

Aksi tersebut dibuktikan dengan penanaman 37.500 batang mangrove di pesisir selatan Pulau Kelapa Dua, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kepulauan Seribu hari Senin (16/10/2017).

Ketua SPKP Bintang Laut, Iskandar Rachman mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program konservasi lanjutan sekaligus pemberdayaan masyarakat pulau Kelapa Dua.

Sebab hutan mangrove tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga mempunyai fungsi sosial-ekonomi dan sosial-budaya yang peranannya sangat vital bagi kelestarian lingkungan hidup.

Baca: Belajar Sekalian Berwisata di Agrowisata Mangrove Bangka Tengah

"Mangrove bermanfaat bagi perlindungan pulau dari abrasi, intrusi air laut dan juga angin, serta berkembang biaknya biota laut," ujar Iskandar dalam siarran tertulis pada Senin (16/10/2017).

Dijelaskannya, upaya rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove yang digelar lewat program kemitraan PT China National Offshore Oil Corporation (CNOOC), Balai Taman Nasional SPTN Pulau Kelapa dan SPKP Bintang Laut itu merupakan kelanjutan program penanaman sejuta batang pohon mangrove di Pulau kelapa dan Kelapa Dua.

Tercatat, ada sebanyak 767.500 batang mangrove yang memenuhi area konservasi yang berada di sisi selatan Pulau Kelapa Dua saat ini.

"Data Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, saat ini tercatat ada sekitar 767.500 tanaman Mangrove di Pulau Kelapa. Jumlah tersebut terhitung sejak 2009-2017," terangnya.

Cegah abrasi

Lurah Pulau Kelapa, Fadli mengatakan, sangat antusias dengan program lanjutan demplot mangrove berbasis masyarakat dan terimakasih, karena mangrove memang biotanya di laut yang mampu mencegah terjadinya abrasi.

Dan juga bisa menumbuhkembangbiakkan biota ikan seperti ikan blanak dan bandeng.

"Diharapkan kegiatan tanam mangrove tidak hanya di Pulau Pemukiman, tapi disetiap pulau juga dilaksankan. Karena manfaatnya banyak, selain itu bisa menjadi salah satu tujuan objek wisata," jelasnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved