Pecahkan Persoalan Kota, Pemkot Tangerang Gandeng BPPT

Pemerintah Tangerang menggandeng berbagai pihak yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang muncul di kota ini.

Pecahkan Persoalan Kota, Pemkot Tangerang Gandeng BPPT
Warta Kota/Andika Panduwinata
Bertepatan dengan pelaksanan upacaa pagi di Plasa Puspem, Pemkot Tangerang menandatangani Nota Kesepahaman atau MOU dengan BPPT. Penandatangan kerja sama kali ini terkait pemecahan masalah perkotaan do Pemkot. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Wali Kota Tangerang mengatakan, bersamaan dengan berkembangnya Kota Tangerang, dibutuhkan kerja sama berbagai pihak yang dapat memberikan solusi atas persoalan perkotaan yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kota Tangerang menjalin kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mengatasi berbagai persoalan perkotaan mulai dari kemacetan, banjir dan masalah lingkungan lainnya.

Senin (16/10/2017), bertepatan dengan pelaksanan Apel pagi di Plasa Puspem, Pemkot Tangerang yang diwakili Wali klKota Arief R. Wismansyah menandatangani Nota Kesepahaman dengan BPPT yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Teknologi SDA, Prof Wimpie Agoeng Noegroho Aspar.

"Jadi teman-teman dari Dinas PU membangun kerja sama dengan BPPT karena memang di sana banyak teknologi yang bisa diaplikasikan dalam kebutuhan pembangunan Kota Tangerang," ujar Arief, Senin (16/10/2017).

Salah satu pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam waktu Dekat, sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dinas PU dan SDA Kota Tangerang, Nana Trisyana adalah penggunaan teknologi gpr (Ground Penetration Radar) yang sangat membantu dalam pelaksanaan pembangunan jembatan.

"Cara kerja teknologi ini adalah sebelum pembangunan jembatan dilakukan kita lakukan pengeboran di satu titik terlebih dulu untuk menginvestigasi struktur tanah. Karena hanya beberapa titik ini hasilnya jadi kurang akurat, karena kenyataannya jarak satu meter aja karakter tanah sudah beda," ujarnya.

Teknologi GPR, tandasnya, memungkinkan untuk dilakukan pemindaian struktur tanah secara tepat sehingga bisa meminimalisasi longsor atau amblasmua tanah.

"Ini cocok untuk daerah seperti Priuk atau sekitar Kali Ledug," ucapnya.

Selain terkait GPR, Nana juga menyampaikan, pihaknya juga sedang menjajaki penerapan teknologi peringatan dini banjir yang sudah dikembangkan oleh BPPT. "Termasuk juga teknologi pembangunan tanggul," katanya.

Sementara Prof Wimpie menyampaikan bahwa MoU ini baru merupakan langkah awal. Pada langkah berikutnya, kedua belah pihak akan melakukan tindak lanjut hal-hal yang bersifat lebih teknis.

"Ini merupakan suatu langkah awal nanti secara lebih detilnya akan ada beberapa perjanjian kerja sama. Jadi hasil-hasil yang sudah dilaksanakan BPPT akan diaplikasikan. Salah satunya di Pemkot Tangerang," paparnya.

Penulis: Andika Panduwinata
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help