WartaKota/

Wakil Rektor UIN Yogya ini Imbau Jangan Ada yang Gampang Mengafirkan Liyan

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mengimbau semua pihak tidak gampang mengkafir-ngafirkan liyan.

WARTA KOTA, PALMERAH -- Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Dr Waryono Abdul Ghafur, mengimbau agar seseorang tidak mudah mengkafir-kafirkan liyan, termasuk di lingkungan kampus UIN Yogyakarta. 

Hal itu terkait dengan pelarangan pengenaan pakaian ala Arab di lingkungan kampus UIN Yogya, yang dimaksudkan sebagai upaya mereduksi kebiasaan mengafirkan liyan karena perbedaan budaya.

"Kami melarang keras mahasiswi memakai cadar. Saya sampaikan, kita ini hidup di Indonesia. Pakailah pakaian normal Indonesia," kata Waryono saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di UIN Kalijaga, pertengahan pekan ini dalam keterangan terrtulis FKPT Center milik BNPT  pada pertengahan pekan ini.

Dalam keterangan tertulis tersebut FKPT Cebter menyebutkan,  Waryono pada pertemuan itu menjelaskan, inti berpakaian adalah menutup aurat,  sementara tidak memakai cadar ditegaskannya sebagai hal yang tidak melanggar aturan agama. "Karena itu jangan mengafirkan orang yang tidak berpakain ala Arab,"  tegasnya.

Dia menambahkan penjelasannya bahwa larangan mengenakan cadar di kampus UIN Sunan Kalijaga juga diterapkan karena adanya potensi yang dapat menimbulkan perselisihan baik antarmahasiswa maupun dengan pihak lain di lingkungan kampus.

"Memakai cadar itu tidak adil. Dia bisa melihat dan mengenali wajah kita, tapi kita tidak bisa melihatnya. Kalau dibiarkan orang-orang akan saling curiga," tandas Waryono.

Terkait kegiatan Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme, Waryono menyatakan sangat mendukungnya. Alasannya, mahasiswa sebagai generasi penerus berhak mendapatkan  pembekalan terkiat bahaya erorisme sejak dini, agar dalam dakwahnya mampu menyampaikan muatan materi tentang pencegahan terorisme.

Pada kesempatan yang sama, guru besar UIN Sumatera Utara, Prof, Dr. Syahrin Harahap, MA menyampaikan pentingnya anggota LDK memperbaiki diri terlebih dahulu sebelum terlibat kegiatan dakwah yang isinya mengajak masyarakat berubah.

"Saya menyebutnya inner capacity. Perbaikilah dan  tingkatkanlah kapasitas terlebih dahulu, baru berdakwah mengajak masyarakat ke kebaikan," ujar Syahrin.

Syahrin juga mengingatkan, dalam meningkatkan kapasitas,  anggota LDK harus belajar kepada guru yang memahami agama dengan baik dan benar, bukan yang setengah-setengah atau melalui buku dan informasi di media sosial yang tidak terverifikasi.

"Satu lagi, guru agama yang baik adalah yang literaturnya merujuk pada kedamaian, karena inti ajaran agama adalah mengajak umat manusia menuju perdamaian," tutupnya.

FKPT Center BNPT menyebitkan, acara Dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme di UIN Kalijaga ini dilaksanakan atas kerjasama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Yogyakarta. Kegiatan serupa sudah dilaksanakan oleh BNPT dan FKPT di sejumlah provinsi sepanjang tahun 2017.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help