WartaKota/

Ribuan Siswa Ikuti Ujian Paket C di Kota Bekasi

Mereka yang menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ini kebanyakan berasal dari anak putus sekolah.

Ribuan Siswa Ikuti Ujian Paket C di Kota Bekasi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Sejumlah orang jalani ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Ribuan orang jalani ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang.

Mereka yang menjalani ujian nasional berbasis komputer (UNBK) ini kebanyakan berasal dari anak putus sekolah.

Tenaga Teknis Ujian Paket di SMKN 1 Kota Bekasi, Agus Wibowo mengatakan, pelaksanaan ujian kesetaraan paket C dibagi dua gelombang.

Sejumlah orang jalani ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang.
Sejumlah orang jalani ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Di bulan April 2017 pada gelombang pertama diikuti sebanyak 1.589 orang, sedangkan gelombang kedua pada Oktober 2017 diikuti oleh 11 peserta.

“Pelaksanaannya dilakukan selama tiga hari. Hari pertama dan kedua ada dua sesi, serta hari ketiga ada tiga sesi dengan 7 mata pelajaran yakni, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sosiologi, PPKN, Biografi,” kata Agus pada Jumat (13/10).

Sejauh ini, kata Agus, tidak ada hambatan pada pelaksanaan yang dilakukan oleh para siswa. Semua berjalan dengan normal dan para siswa dapat mengisi soal ujian di komputer.

“Setiap kelas diawasi oleh dua petugas,” ujarnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar mengatakan, mereka yang tidak mampu, bisa langsung bekerja menggunakan ijazah paket C.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar saat memonitor ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang.
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Dirjen PAUD dan Dikmas) Kemendikbud, Harris Iskandar saat memonitor ujian paket C atau ujian kesetaraan di SMKN 1 Kota Bekasi pada Jumat (3/10) siang. (Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri)

Menurut dia, ijazah paket atau sekolah nonformal dapat diakui di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

“Pemerintah sudah mensosialisasikan hal tersebut melalui Kementerian Tenaga Kerja, bahwa ijazah paket C tetap bisa diterima. Bahkan sekolah nonformal sudah diakui dalam undang-undang pendidikan nasional. Kalau ada perusahaan yang menolak ijasah paket, yah berarti telah melanggar undang-undang," kata Harris saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMKN 1 Kota Bekasi.

Harris bahkan bangga dengan adanya sekolah nonformal di Indonesia. Soalnya, program tersebut mendapat sorotan dari negara-negara lain.

"Seperti Amerika Serikat, mereka belajar dari Indonesia tentang sekolah nonformal. Terlebih sekarang sekolah nonformal 100 persen melakukan UNBK,” ujarnya. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help