WartaKota/

Program Cetak Sawah BUMN Tahun 2012, Upik Rosalina Sebut Cuma Jalankan Perintah Jabatan

Alfons Loemau, selaku Kuasa Hukum Upik Rosalina Wasrin menyebut, Upik hanya menjalankan perintah pada jabatan yang diembannya.

Program Cetak Sawah BUMN Tahun 2012, Upik Rosalina Sebut Cuma Jalankan Perintah Jabatan
Sawah di Kampung Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, sedikit dari petak sawah yang tersisa di Jakarta. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Proyek cetak sawah BUMN tahun 2012, yang menghantar Upik Rosalina Wasrin, mantan Asisten Deputi Industri (Asdep) Primer Kementerian BUMN, Asdep PKBL dan mantan Direktur Utama Sang Hyang Seri, duduk pada kursi terdakwa semakin menemukan titik terang.

Alfons Loemau, selaku Kuasa Hukum Upik Rosalina Wasrin menyebut, Upik hanya menjalankan perintah pada jabatan yang diembannya.

"Kasus cetak sawah harus dilihat secara menyeluruh. Dari mulai pembuat kebijakan, Tim Pengarah, Penanggungjawab, operator program, sampai pada penentuan Konsultan Pengawas dan Kontraktor konstruksi. Peran Ibu Upik di sini hanya menjalankan perintah jabatan," kata Alfons melalui siaran tertulis yang diterima, Jumat (13/10/2017).

Menurut Alfons Loemau, berbagai pihak terkait tersebut memiliki tanggungjawab dan kewenangan sendiri-sendiri.

Menurutnya, dalam manajemen proyek cetak sawah, posisi Upik meneruskan pekerjaan Kaharuddin, yang diberhentikan karena tersangkut kasus hukum pada saat itu yakni sebagai Direktur Utama PT Sang Hyang Seri.

“Soal perintah jabatan diatur dalam KUHP pasal 51 ayat 1, mengatakan bahwa tidaklah dapat dihukum, barangsiapa melakukan suatu perbuatan untuk melaksanakan suatu perintah jabatan, yang diberikan oleh kekuasaan yang berwenang,” tegasnya.

Proyek cetak sawah dapat terealisasi berdasarkan SK nomor S-133/MBU/2012 yang dikeluarkan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan, pada tanggal 19 Maret 2012.

Pada saat SK cetak sawah diterbitkan, yang menjadi Presiden Direktur PT Sang Hyang Seri adalah Eddy Budiono. Kemudian Eddy Budiono digantikan oleh Kaharuddin.

Upik ditunjuk menjadi pengganti Kaharuddin pada tanggal 13 Februari 2013, dengan SK Nomor : SK-141/MBU/2013.

“Pada saat menjadi Direktur Utama Sang Hyang Seri inilah, Upik meneruskan pekerjaan program cetak sawah dari pendahulunya yang ditugaskan Menteri BUMN,” jelas Alfons.

Halaman
123
Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help