WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Penyelundupan Sabu Modus Ikan Asin, Begini Caranya

"Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 20 plastik besar narkotika jenis sabu di dalam 10 koli ikan asin

Penyelundupan Sabu Modus Ikan Asin, Begini Caranya
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso, Jumat (13/10) merilis penangkapan penyelundup 20 kg sabu 

WARTA KOTA, JAKARTA- Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap Fitri (31) setelah berusaha menyelundupkan 20 kilogram sabu di Terminal Penumpang Pelindo II Tanjung Priok. Fitri bersama temannya, Aming (48) yang ditangkap belakangan, menyelundupkan sabu bermoduskan ikan asin.

Penangkapan Fitri bermula saat aparat berwajib mendapatkan informasi adanya pengiriman sabu dari Tanjung Pinang menuju Tanjung Priok, Rabu (4/20) sekira pukul 03.00 WIB. Polisi yang kemudian bergerak, berhasil menangkap pelaku dengan barang bukti 10 koli ikan asin.

"Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 20 plastik besar narkotika jenis sabu di dalam 10 koli ikan asin," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (13/10).

Argo menambahkan, untuk mengelabui petugas, pelaku menyelipkan 20 kilogram sabu di antara tumpukan ikan asin agar baunya tersamarkan. Namun upaya itu tetap mengalami kegagalan setelah petugas berhasil mengungkap temuan tersebut.

"Peran Fitri dalam kasus ini sebagai kurir. Dalam pengakuannya, tersangka tidak mengetahui bahwa barang yang dibawanya narkotika jenis sabu. Namun kami masih dalami pengakuannya karena barang bukti yang diamankan sangat banyak," sambung Argo.

Adapun tersangka lainnya yang masih dalam pengejaran ada tiga yakni pengendali jaringan berinisial CSO (warga negara Malaysia), penerima barang berinisial KLN (warga negara Malaysia) dan pemantau atau pengawas CHR dan CRN (keduanya WNI).

"Saat ini kasusnya masih dalam pengembangan dan pengejaran tersangka lainnya. Proses pengembangan dilakukan berkoordinasi dengan instansi lain seperti BNN dan Polda Metro Jaya karena berkaitan dengan jaringan luar negeri," ucap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Eko Hadi Santoso.

Akibat perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Adapun ancamannya minimal pidana penjara 20 tahun hingga hukuman mati. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: ahmad sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help