WartaKota/

Kejaksaan Swiss Buka Kasus Kriminal Mantan Sekjen FIFA

Kejaksaan Swiss telah membuka penyelidikan kasus korupsi di tubuh FIFA sebagai bagian dari penyelidikan berkelanjutan terhadap kasus itu.

Kejaksaan Swiss Buka Kasus Kriminal Mantan Sekjen FIFA
Antaranews.com
Mantan Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke saat menghadiri konferensi pers setelah pertemuan dengan Komite Etik di kantor FIFA di Zurich pada arsip foto 18 November 2010. Pengawas etika FIFA telah merekomendasikan larangan selama sembilan tahun terhadap Valcke atas dugaan korupsi pada penjualan tiket Piala Dunia, di antara banyaknya skandal krisis yang melanda badan sepakbola tersebut. (REUTERS/Christian Hartmann/Files) 

WARTA KOTA, PALMERAH --  Kejaksaan Swiss telah membuka penyelidikan kriminal terhadap mantan Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke dan Ketua Eksekutif Media beIn Qatar Nasser Al-Khelaifi. Ini merupakan eskalasi terkini pada penyelidikan berkelanjutan terhadap korupsi di dunia sepak bola.

"Diduga bahwa Jerome Valcke menerima keuntungan-keuntungan yang tidak pantas dari seorang pengusaha di sektor hak-hak olahraga dalam kaitannya dengan pemberian hak-hak media untuk sejumlah negara tertentu pada Piala Dunia 2018, 2022, 2026, dan 2030 dan dari Nasser Al-Khelaifi terkait dengan pemberian hak-hak media untuk sejumlah negara tertentu pada Piala Dunia 2026 dan 2030," kata Kejaksaan Umum Swiss (Office of the Attorney General/OAG) pada Kamis.

Pada Maret tahun lalu, OAG mengatakan Valcke dituding melakukan pelanggaran mismanajemen dan sejumlah pelanggaran lainnya. Ia membantah tuduhan dirinya melakukan kesalahan, demikian Reuters.

Seperti diketahui pada 2015 lalu, nama Valcke ramai diberitakan oleh media internasional. Dia disebut-sebut ikut melatari keputusan mundurnya Sepp Blatter dari kursi presiden FIFA yang sudah didudukinya sejak 1998, pada Selasa (2/6) kemarin.

Salah satu media yang memberitakan hal itu adalah New York Times. Media ini saat itu  melaporkan bahwa seorang petinggi FIFA lainnya tengah diselidiki terkait dugaan kasus suap senilai 10 juta dolar AS. Petinggi FIFA yang dimaksud itu ialah Jerome Valcke, sekjen FIFA yang disebut sebagai "letnan" dari Blatter.

Di Indonesia nama Valcke cukup dikenal karena sering menandatangani surat-surat FIFA untuk PSSI, termasuk sanksi yang dijatuhkan kepada PSSI pada 30 Mei 2015.

Ia disebut-sebut melakukan sejumlah transfer untuk para petinggi FIFA lainnya pada tahun 2008. Salah satunya adalah transfer senilai 10 juta dolar AS kepada eks wakil Presiden FIFA, Jack Warner. (antn/berbagai sumber/wip)

Editor: YB Willy Pramudya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help