WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Pemimpin Baru Jakarta

Jelang Anies-Sandi Jabat Gubernur, Sejarah Baru Penegakan Hukum Tercipta di Dinas Ini

Sejarah baru tercipta di Dinas Kehutanan DKI menjelang pergantian gubernur dari Djarot Saiful Hidayat ke Anies-Sandi.

Jelang Anies-Sandi Jabat Gubernur, Sejarah Baru Penegakan Hukum Tercipta di Dinas Ini
kompas.com
Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan-Sandiaga Uno usai menghadiri diskusi dengan para duta besar di kediaman Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2017).(KOMPAS.com/Dea Andriani) 

WARTA KOTA, MENTENG - Sejarah baru tercipta di Dinas Kehutanan DKI menjelang pergantian gubernur dari Djarot Saiful Hidayat ke Anies-Sandi.

Pelantikan gubernur dan wakil gubernur baru akan digelar pada Senin (16/10/2017).

Sementara itu sejarah baru tercipta di Dinas Kehutanan DKI terkait penegakan hukum terhadap penebang pohon liar dan mereka yang nekad membuat bangunan permanen di atas tanah makam.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Penegakan Hukum Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Henry Perez, mengatakan, dua kasus itu akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Jumat (13/10/2017), pukul 10.00.

Total terdapat empat tersangka dalam kedua kasus itu.

Satu di perkara penebangan liar dan 3 orang di pembuatan bangunan permanen di atas makam.

"Ini baru pertama kalinya di Jakarta ada penebang liar dan pembuat pembuatan bangunan permanen di atas makam menjalani sidang di pengadilan negeri," kata Perez ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (13/10/2017) pagi.

Makanya ini merupakan kado buat Djarot yang akan lengser dan ucapan selamat datang untuk Anies-Sandi.

Baca: Mantan Barca ini Sebut Mbappe Lebih Profesional Dibanding Messi, ini Argumennya

Perez mengaku menegakkan Perda terhadap kasus tersebut tak mudah.

Pihaknya sempat ditolak maju persidangan di PN Jakarta Timur.

Untuk kasus pembuatan bangunan permanen di lahan makan, ditolak karena Perez masuk ke ranah pidana umum.

"Awalnya kami incar perkara Punglinya. Ternyata tak bisa karena itu pidana umum,"ujar Perez.

Pihaknya kemudian menyelidi ulang dan mengetahui terdapat pelanggaran Perda terkait mendirikan bangunan permanen di atas lahan makam.

Setelah di BAP ulang dan diajukan kembali, barulah diterima pengadilan.

Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help