Dituding Bikin Warga Jakarta Ongkosi Pekerja asing 7 Tahun, Ini Jawaban Santai Dirut PAM Jaya

PAM Jaya dituding jadi biang keladi warga Jakarta mengongkosi biaya hidup 2 rekanan asing perusahaan air tersebut.

Dituding Bikin Warga Jakarta Ongkosi Pekerja asing 7 Tahun, Ini Jawaban Santai Dirut PAM Jaya
beritajakarta.id
Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat 

WARTA KOTA, GAMBIR -- PAM Jaya dituding jadi biang keladi warga Jakarta mengongkosi biaya hidup 2 rekanan asing perusahaan air tersebut.

Kedua perusahaan asing yang disebut pekerja asingnya dibiayai hidup oleh warga Jakarta selama 7 tahun, yakni Aetra dan Palyja.

Caranya yaitu dengan me-mark up harga pembayaran warga DKI dari yang semestinya.

Direktur Utama PAM Jaya, Erlan Hidayat, menanggapi santai tudingan itu.

"Susah gituan kalau harus di komentari. 34 persen lah, mark up lah.saya belom lahir tahun 2010 (belum menjabat Dirut PAM Jaya)," kata Erlan ketika dihubungi Wartakotalive.com, Jumat (13/10/2017) pagi.

Menurut Erlan, yang terpenting sejak dirinya menjabat Dirut, Aetra dan Palyja berlaku tertib.

"Itu saja yang bisa saya lakukan sekarang," kata Erlan.

Sebelumnya Koalisi Rakyat untuk Hak Atas Air, M. Riza mengungkapkan putusan MA terkait penghentian swastanisasi air mesti segera dilakukan Pemprov DKI.

Negara akan merugi Rp 18,2 triliun apabila Pemprob DKI mengabaikan putusan MA

Terutama kerugian terjadi jika kontrak kerja sama antara PT PAM Jaya dengan PT Aetra dan Palyja dilanjutkan sampai 2023.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved