WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Penipuan

Bermodus Nyumbang ke Istiqlal, Dua Tersangka Gasak Uang Korbannya

Dua orang tersangka berinisial SF dan AA diamankan Polres Metro Jakarta Pusat setelah melakukan penipuan sumbangan ke Masjid Istiqlal

Bermodus Nyumbang ke Istiqlal, Dua Tersangka Gasak Uang Korbannya
Rangga Baskoro
Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asfuri saat menjelaskan modus penipuan yang dilakukan dua orang tersangka di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (13/10). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTA KOTA, GAMBIR -- Dua orang tersangka berinisial SF dan AA diamankan Polres Metro Jakarta Pusat setelah melakukan penipuan bermodus memberikan sumbangan ke Masjid Istiqlal.

"Modusnya korban ini kan warga luar Jawa yang sedang menginap di Hotel Rals, di Jalan Abdul Muis. Kedua tersangka menemui korban di halaman hotel dan bilang mau nyumbang ke Masjid Istiqlal," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Asfuri di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Kejadian tersebut terjadi pada Senin (10/4) lalu, sekitar jam 07.45 di ATM Bank BNI, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Keduanya mengaku berasal dari Brunei Darussalam.

"Mereka (tersangka) mengaku dari Brunei, katanya keduanya mau menyumbang ke Masjid Istiqlal. Sehingga minta diantar ke Istiqlal dengan menggunakan mobil pelaku," jelasnya.

Saat korban mengikuti perintah kedua tersangka, di tengah perjalanan tersangka mengajak korban ke ATM untuk mengecek saldo milik SF. Kemudian saat dilihat, SF memiliki saldo Rp 8 miliar.

"Setelah tersangka memperlihatkan saldonya, tersangka meminta korban mengecek saldo ATM milik korban karena tersangka meminta tolong kepada korban agar menyumbang pakai uang di ATM-nya saja. Ternyata korban mempunyai uang sebesar Rp 1,3 miliar di ATM-nya," ujar Asfuri.

Setelah kembali ke dalam mobil, kedua tersangka mengelabui korban dengan menukar ATM milik korban dengan ATM lain.

Setelah dikelabui tersangka memutar balik dan mengembalikan korban ke hotelnya.

"Di dalam mobil, tersangka minta diperlihatkan ATM milik korban karena ia berdalih ATM miliknya berbeda dengan yang dimiliki korban. Saat itu lah ATM milik korban ditukar dengan ATM lain," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help