Roy Suryo: Masyarakat Rindu, tapi SBY Tidak akan Maju Lagi Sebagai Calon Presiden

SBY menempati urutan ketiga di bawah Joko Widodo dengan 34,2 persen, dan Prabowo Subianto dengan 11,5 persen.

Roy Suryo: Masyarakat Rindu, tapi SBY Tidak akan Maju Lagi Sebagai Calon Presiden
TRIBUNNEWS/BIRO PERS/CAHYO BRURI SASMITO
Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, di Istana Merdeka, Kamis (9/3/2017). 

WARTA KOTA, CIKINI - Dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis pada Rabu (11/10/2017) kemarin, nama Susilo Bambang Yudhoyono kembali disebut memiliki elektabilitas untuk maju ke Pemilihan Presiden 2019.

Walaupun hanya memperoleh suara 2,1 persen, SBY menempati urutan ketiga di bawah Joko Widodo dengan 34,2 persen, dan Prabowo Subianto dengan 11,5 persen.

Menanggapi hal tersebut, politikus Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan, Presiden keenam Republik Indonesia itu beberapa kali mengatakan tidak akan mencalonkan diri lagi sebagai presiden.

Baca: Survei Median: Prabowo Masih Jadi Saingan Kuat Jokowi, SBY Nomor Tiga

"Dalam beberapa kali survei nama Pak SBY memang berulang kali disebut, tapi kami hanya senyum saja, itu berarti ada kerinduan masyarakat akan pemerintahan SBY," ujarnya, saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (11/10/2017).

"Tapi Pak SBY juga beberapa kali menegaskan tidak akan maju lagi sebagai calon presiden," sambungnya.

Roy Suryo menjelaskan, SBY sadar dirinya merupakan salah satu penggagas peraturan agar presiden hanya bisa menjabat paling lama dua periode, yang tertuang dalam amandemen Undang-undang Dasar 1945.

Baca: Gunung Agung Dipastikan Segera Meletus Jika Muncul Gempa Ini

Roy menekankan, SBY merupakan sosok yang taat asas dan aturan, walaupun menurut anggota Komisi I DPR, banyak celah yang bisa dimanfaatkan agar SBY kembali menjadi calon presiden.

"Insya Allah beliau mengatakan tidak akan maju lagi, karena setiap pemimpin harus cocok dengan periode dan tantangan yang sedang dijalani negara Indonesia saat ini. Jadi pemimpinnya tidak sama terus," paparnya. (Rizal Bomantama)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved