WartaKota/

Pilpres 2019

Ray Rangkuti : Cak Imin Berpeluang Dampingi Jokowi Jadi Pasangan Capres-cawapres

Ray Rangkuti menilai Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pantas mendampingi Jokowi menjadi pasangan Capres-Cawapres pada Pilpres 2019.

Ray Rangkuti : Cak Imin Berpeluang Dampingi Jokowi Jadi Pasangan Capres-cawapres
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menunjukan bukunya saat peluncuran di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017). 

WARTA KOTA, JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menilai Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin pantas mendampingi Joko Widodo (Jokowi) menjadi pasangan calon presiden-calon wakil presiden (Capres-Cawapres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Cak Imin memiliki basis massa yang kuat pada kalangan umat Islam," kata Ray di Jakarta Kamis.

Ray menuturkan Cak Imin diprediksi mampu mengalahkan bakal cawapres lainnya seperti Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Ray mengungkapkan cawapres dari kalangan sipil berlatar belakang politisi lebih berpeluang mendamping Jokowi dibanding militer maupun akademisi.

Baca: Kejati DKI Jakarta Teliti Berkas Perkara Jonru Ginting

Namun Ray mensyaratkan faktor elektabilitas dan basis massa yang tinggi menjadi modal utama seperti tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Cak Imin menurut Ray mengantongi modal lantaran memiliki basis massa yang kuat sebagai pemimpin organisasi umat Nahdliyin dan keponakan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Syaratnya populer dan basis massa yang kuat jadi modal cawapres dari sipil unsur partai politik," tutur Ray.

Selain itu, Ray mengungkapkan upaya Cak Imin bersanding dengan Jokowi tidak akan mudah sehingga roda organisasi PKB harus bekerja keras guna meraih suara maksimal di luar Pulau Jawa pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

Terkait dukungan terhadap Gatot dan Setya Novanto, Ray menganggap kedua orang itu tidak memiliki basis massa yang terorganisir.

Baca: Pria Lulusan Paket C Ini Belajar dari Internet Jadi Petugas PLN Gadungan

"Kalau memilih Setnov akan berbahaya karena tersandung hukum," ungkap Ray.

Sementara Gatot, Ray memperkirakan akan mendulang dukungan dari pimpinan Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help