WartaKota/

Pelarangan Transportasi Online oleh Ridwan Kamil Picu Reaksi Keras Netizen

Sejumlah netizen bahkan mencela predikat 'smart city' yang disematkan pada Kota Bandung sejak tahun 2013 silam.

Pelarangan Transportasi Online oleh Ridwan Kamil Picu Reaksi Keras Netizen
Warta Kota/Henry Lopulalan
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Keluhan warga terkait larangan beroperasinya transportasi online di Kota Bandung sejak Senin (9/10/2017) lalu terus diperbincangkan netizen di media sosial hingga kini, Kamis (12/10/2017).

Bukan hanya meminta agar Wali Kota Ridwan Kamil merevisi kebijakannya, sejumlah netizen bahkan mencela predikat 'smart city' yang disematkan pada Kota Bandung sejak tahun 2013 silam.

Seperti halnya Kamal Siregar lewat akun @depressionboi yang menyindir jika penataan Kota Bandung sangat luar biasa saat ini.

Tetapi, Ibu Kota Provinsi Jawa Barat yang digadang-gadang sebagai smart city dinilainya, justru tidak pintar.

"Wowwww sungguh progres yang luar biasa sekali. Provinsi yang ibu kotanya disebut-sebut sebagai smart city ternyata nggak smart2 amat, ya," tulisnya menyindir.

Sementara, Rey lewat akun @mgrpr justru menyebut predikat smart city dengan kalimat kotor. "Smart city my***," tulisnya.

Sedangkan Iwan Santoso yang merupakan warga asli bandung justru menilai kebijakan yang dikeluarkan Kang Emil-sapaan Ridwan Kamil, hanya menguntungkan pihak tertentu.

Dirinya menyinggung smart city yang dibanggakan Kang Emil justru tidak mendukung transportasi berbasis online saat ini.

"Saya sebagai warga Bandung, merasa kebijakan yg dikeluarkan hanya menguntungkan pihak tertentu, zaman sekarang udah beda bung, mungkin yg bikin pernyataan ga punya HP yang dalemnya ga ada aplikasi apapun,,, kasian banget yah,,,," tulisnya.

"Di Bandung sangat dikedepankan tema Smart City, semua berbasis online, hahahah sekarang malah kasian mayoritas warga Jawa Barat khususnya kota besar bandung ga didukung yg namanya kendaraan berbasis online,,, mundur lagi,, kapan majunya,,, udah ah malu,,, Kang Emil emutan deui sareng kang Aher emutan deui kesepakatan teh, teu leupat eta teh, atau jangan jangan ada udang di balik gorengan,,, hahahahaha," tutupnya menyindir.

Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya.
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya.
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya.
Aktivitas masyarakat sudah tidak bisa dipisahkan dari transportasi online, sehingga ketika dilarang oleh Ridwan Kamil, warga langsung ramai-ramai mengecamnya. (Warta Kota/Henry Lopulalan)
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help