WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Menilik Smart City di Jawa Barat

Dalam Bandung Smart City, Kang Emil - sapaan Ridwan Kamil menyatukan wisata, tempat tujuan, berita dan keluhan masyarakat dalam satu aplikasi.

Menilik Smart City di Jawa Barat
Istimewa
Aplikasi online Bandung Smart City, yang menyatukan wisata, tempat tujuan, berita dan keluhan masyarakat dalam satu aplikasi. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Larangan beroperasinya transportasi online yang disampaikan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil secara langsung merubah pandangan netizen tentang smart city yang disematkan Kota Bandung sejak lama.

Bersamaan, Ogan Lopian, smart city versi Purwakarta justru kini tengah dirintis Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta.

Konsep yang pertama kali diterapkan di Kota Surabaya sejak 2002 silam dan kian populer setelah Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menyempurnakan Jakarta Smart City kala menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012 silam rupanya kian berkembang di Bandung dan Purwakarta.

Aplikasi Ogan Lopian, smart city versi Purwakarta justru kini tengah dirintis Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta.
Aplikasi Ogan Lopian, smart city versi Purwakarta justru kini tengah dirintis Dedi Mulyadi selaku Bupati Purwakarta. (Istimewa)

Dalam Bandung Smart City, Kang Emil - sapaan Ridwan Kamil menyatukan wisata, tempat tujuan, berita dan keluhan masyarakat dalam satu aplikasi.

Kategori tersebut diungkapkannya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

"Bandung Smart City Jadi bukti Bandung Open Goverment," tulis Ridwan Kamil dalam Akun facebook-nya tentang peresmian Bandung Planning Galeri (BPG) beberapa waktu lalu.

Tidak kalah dengan Bandung Smart City, Dedi Mulyadi rupanya menyempurnakan Ogan Lopian dengan beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari destinasi wisata, laporan warga, panggilan darurat untuk kebutuhan ambulans, dokter dan bidan serta bursa kerja.

Tidak hanya itu, lokasi penting dan panggilan polisi yang terintegrasi dengan Polsek dan Polres Purwakarta juga ditambahkan dalam Ogan Lopian.

"Jadi kalau darurat bisa langsung pencet Ogan Lopian, mau apa-apa bisa, ngelaporin asa yang jelek-jelek, darurat sakit, mau lahiran sampai cek kamar rumah sakit bisa. Ambulansnya juga bisa pesen, gratis," bangga Dedi Mulyadi dalam siaran tertulisnya pada Kamis (12/10).

Dalam aplikasi yang namanya diambil dari nama senjata tokoh wayang Krisna itu, katanya juga terintegrasi dengan sejumlah pihak terkait kasus, kependudukan, mulai dari rumah sakit, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten.

Sehingga pendataan penduduk katanya dapat dilakukan secara real time.

"Semuanya online, jadi perubahan per detik, karena data dari rumah sakit, kelurahan, kecamatan, kabupaten masuk semua ke pusat Ogan Lopian. Jadi kita bisa lihat nih berapa kelahiran, kematian, pernikahan sampai perceraian per detiknya, usianya juga ada, jadi tahu juga kalau ada janda-janda di bawah 30 tahun bisa kita bikin sayembara," jelasnya sembari tertawa. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help