WartaKota/

Media Sosial

Kejati DKI Jakarta Teliti Berkas Perkara Jonru Ginting

Jaksa Kejati DKI akan meneliti kembali kelengkapan formal dan materiil berkas perkara tersangka dugaan ujaran kebencian Jonru Ginting.

Kejati DKI Jakarta Teliti Berkas Perkara Jonru Ginting
ANTARA FOTO/RENO ESNIR
Tersangka kasus ujaran kebencian Jonru Ginting usai menjalani pemeriksaan di Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Penyidik Krimsus Polda Metrojaya memeriksa Jonru Ginting, sebagai tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Jaksa dari Kejati DKI Jakarta akan meneliti kembali kelengkapan formal dan materiil berkas perkara tersangka dugaan tindak pidana ujaran kebencian Jonru F Ginting setelah menerima berkasnya dari penyidik Polda Metro Jaya.

"Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka Jonru Ginting. Untuk selanjutnya jaksa akan meneliti kembali kelengkapan formal dan materiil berkas perkara hasil penyidikan sesuai petunjuk yang diberikan oleh jaksa peneliti," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI, Nirwan Nawawi di Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Ia menambahkan apabila penyidikan dianggap lengkap atau memenuhi syarat pembuktian unsur tindak pidana yang disangkakan, maka jaksa akan memberitahukan agar tersangka dan barang bukti segera diserahkan untuk dinaikkan ke tahap penuntutan.

Baca: Polisi Geledah Rumah Jonru Ginting, Ini Barang yang Disita

Dalam kasus itu, Jonru F Ginting disangkakan melanggar Pasal 28 ayat (2) jo. Pasal 45 ayat (2) UU ITE tentang ujaran kebencian (hate spech) diterima kembali oleh Kejati DKI Jakarta pada Rabu tanggal 11 Oktober 2017, dengan nomor surat R.5400/X/17/Datro tanggal 10 Okt 2017 dari penyidik Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Jonru membantah telah menulis status yang mengandung kebencian melalui media sosial terkait Muannas Al Aidid.

Jonru mengaku telah mempersiapkan diri untuk menghadapi proses hukum yang dihadapi terkait tuduhan ujaran kebencian tersebut.

Tim pengacara Jonru berkilah kliennya itu tidak menghina Joko Widodo (Jokowi) dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, namun menyampaikan kritik kepada calon presiden saat masa kampanye.

Sebelumnya, seseorang melaporkan Jonru ke Polda Metro Jaya terkait tuduhan menghina Presiden Joko Widodo dan memplesetkan nama Muannas Al Aidid melalui media sosial "Facebook".  (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help