WartaKota/
Home »

Video

Enam Bulan Kasus Novel Belum Terungkap, Aktivis Minta Presiden Bentuk TPF

Lola Easter juga mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen‎

WARTA KOTA, JAKARTA- Perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK diantaranya LBH Jakarta, Kontras, ICW, PSHK, dan PP Pemuda Muhammadiyah, Rabu (11/10/2017) petang menyambangi KPK.

Kedatangan mereka untuk mengingatkan kasus teror pada penyidik senior, Novel Baswedan yang sudah enam bulan tidak juga terungkap siapa pelakunya.

"‎Kalau kita hitung, ini tepat enam bulan penyerangan Novel. Kondisi Novel terkini sangat sulit kita temukan di media. Saya sendiri tidak tahu alasannya, tapi intinya kita semua disini tidak mau melupakan kejadian yang menimpa Novel," ucap Lola Easter, dari ICW.

Lola Easter melanjutkan inti kedatangannya ke KPK yakni untuk menagih janji pada pimpinan KPK serta Presiden Jokowi soal penuntasan kasus Novel.

Ini karena mereka menganggap, selama ini respon Polri untuk mengungkap teror pada Novel sangat lamban.

"Publik jangan sampai lupa, ini sudah enam bulan. Padahal di kasus pidana umum biasa, bisa cepat (terungkap) ini soal Novel berlarut-larut," ucapnya.

Lola Easter melanjutkan, sebagai bentuk dukungan publik terhadap penuntasan perkara Novel dan desakan kepada Presiden Joko widodo untuk segera bersikap dalam penyelesaiannya, Koalisi Masyarakat Sipil Peduli KPK berinisiatif untuk menggalang dukungan lewat kanal https://ythpakpresiden.typefrom.com/t....

Kanal tersebut bertujuan untuk mengingatkan kembali ke masyarakat akan kasus Novel yang hingga sekarang belum juga diselesaikan. Termasuk juga untuk menyuarakan kepada Presiden Jokowu bahwa masyarakat masih menagih janji penyelesaian kasus novel.

Terakhir, Lola Easter juga mendesak Presiden Jokowi untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Independen‎ untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel.

"Kami juga minta kinerja Polri dievaluasi dalam penyidikan ini, mengingat sudah sangat berlarut," tambahnya.(*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: ahmad sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help