WartaKota/

Rendah, Capaian Imunisasi Rubella di 52 Sekolah Kota Bekasi

"Ada 52 sekolah yang cakupan pelaksanaannya masih berada di bawah 65 persen. 80 persen di antaranya adalah sekolah Islam..."

Rendah, Capaian Imunisasi Rubella di 52 Sekolah Kota Bekasi
Istimewa
ILUSTRASI Imunisasi 

WARTA KOTA, BEKASI --- Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyatakan, lambatnya pelaksanaan imunisasi campak-rubella di wilayah setempat didominiasi oleh lembaga pendidikan atau sekolah. Bahkan cakupan pelaksanaannya masih berada di bawah 65 persen.

"Ada 52 sekolah yang cakupan pelaksanaannya masih berada di bawah 65 persen. 80 persen di antaranya adalah sekolah Islam," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Dezi Syukrawati pada Selasa (10/10).

Baca: Indonesia Impor Vaksin Rubella dari India Hampir Rp 900 M

Hal itu disampaikan Dezi dalam acara diskusi dengan Kementerian Kesehatan dan UNICEF (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Children's Fund) di Hotel Harris, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Tema yang diusung dalam diskusi itu adalah Tantangan Imunisasi Campak Rubella di Kota Bekasi.

Dezi mengatakan, lembaganya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama serta MUI agar turut mendukung dan mengedukasi pentingnya imunisasi ini.

Baca: Capaian Imunisasi MR di Jakarta Utara Terendah se-DKI Jakarta. Ini Sebabnya

Sasaran edukasi mereka adalah sekolah yang masih sulit memahami tentang pentingnya vaksin ini.

"Dugaan kami orang tua masih khawatir dengan vaksin ini karena dulu sempat ramai soal vaksin palsu. Kami pastikan bahwa vaksin ini aman dan penting untuk masa depan anak," jelas Dezi.

Berdasarkan data yang dia punya, masih ada 60.251 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang belum diimunisasi. Sedangkan jumlah sasaran berdasarkan data daerah yang harus mengikut vaksin ini mencapai 611.964 anak.

"Realisasinya kita sudah melaksanakan vaksin hingga 90 persen dari target 95 persen," ungkapnya.

Baca: Imunisasi Rubella di Bekasi Kedua Terendah di Jabar

Menurut dia, imunisasi ini penting guna memberikan kekebalan tubuh anak pada penyakit campak dan rubella. Meski mereka pernah mendapatkan imunisasi serupa sebelumnya, program ini tetap harus diikuti.

"Bagi yang sudah pernah divaksin bisa semakin kebal, jadi kalau sudah pun tetap harus divaksin. Dengan catatan jarak dengan imunisasi sebelumnya, tak boleh kurang dari dua pekan," papar Dezi. 

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help