WartaKota/

Pemisahan PDAM, Kota Bekasi Diminta Rp 500 Miliar

Proses pemisahan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi mulai menemukan titik temu.

Pemisahan PDAM, Kota Bekasi Diminta Rp 500 Miliar
Kompas.com
Petugas memperbaiki jaringan pipa air minum. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Proses pemisahan aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi antara Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi mulai menemukan titik temu.

Pemkot Bekasi harus mengeluarkan sekitar Rp 500 miliar untuk pengambil alihan aset.

Asisten Daerah III Pemkot Bekasi, Dadang Hidayat mengatakan, ada delapan kantor layanan di perusahaan penyedia jasa air yang akan beralih kepemilikan.

Dua di antaranya akan diberikan dalam waktu dekat ke Kota Bekasi.

"Sedangkan enam kantor layanan lainnya masih dihitung, kira-kira sebesar Rp 500 miliaran," kata Dadang di Plaza Pemkot Bekasi, Rabu (11/10).

Dadang menambahkan, sebenarnya pemisahan aset ini sudah lewat dari jadwal yang ditentukan pada 7 Oktober 2017.

Hal ini mengacu pada UU Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah, bahwa satu perusahaan daerah tidak diperkenankan dimiliki oleh dua daerah sekaligus.

"Atas dasar itu, kedua daerah sepakat untuk memisahkan aset ini," ujar Dadang.

Dadang mengatakan, selama ini daerah telah meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat untuk membantu menangani persoalan tersebut.

Namun BPKP tidak mengeluarkan hitungan aset, sehingga daerah melakukan penunjukkan baru yakni Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Halaman
123
Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help