WartaKota/
Home »

Bogor

Masih Ada 90.737 Warga Kota Bogor Belum Punya Akta Kelahiran

Dia pun menjelaskan bahwa, dalam satu hari, pihaknya bisa mencetak akta kelahiran sebanyak 150.

Masih Ada 90.737 Warga Kota Bogor Belum Punya Akta Kelahiran
Tribun Bogor
Kabid Penyajian Informasi, administrasi, Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Bogor, C Ari Setyaningsih 

WARTA KOTA, BOGOR - Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, ada sebanyak 90.737 warga Kota Bogor usia 0 sampai 18 tahun belum memiliki akta kelahiran.

Menurut Kabid Penyajian Informasi, administrasi, Kependudukan dan Pemanfaatan Data Disdukcapil Kota Bogor, C Ari Setyaningsih, data tersebut tercatat pada semester pertama tahun 2017.

"Data ini sampai bulan Juni, dan memang pendataannya baru usia 0 sampai 18 tahun," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (11/10/2017) di ruang kerjanya.

Baca: Mau Numpang Kencing, Lihat Situasi Sepi Sejoli Ini Malah Begituan di Musala

Ari menjelaskan bahwa, warga yang belum memiliki akta kelahiran terbanyak berada di wilayah Kecamatan Bogor Barat.

"Ada 19.253 di Bogor Barat, dan yang paling sedikit itu di Bogor Tengah, ada 8.996 orang," ucapnya.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya telah melakukan upaya mempercepat pembuatan akta kelahiran mulai dari sosialisasi hingga jemput bola.

Baca: Warga Gerebek Rumah Janda Ternyata Ada Anggota DPRD Tulungagung Lagi Beginian

"Saat ini masih 69 persen, target itu sampai akhir tahun harus 85 persen," jelasnya.

Dia pun menjelaskan bahwa, dalam satu hari, pihaknya bisa mencetak akta kelahiran sebanyak 150.

"Jadi kalau kita hitung, sehari itu harusnya 400 akta yang dicetak, agar dapat mencapai target, makanya kita sekarang terus berupaya melakukan jemput bola," terangnya.

Lebih jauh dia mengatakan, tidak ada kendala yang benar-benar menghambat pencetakkan akta kelahiran.

"Paling kendala kita itu dimesin cetak, kadang servernya lemot, dan kalau itu terjadi dalam satu hari itu nyetak 100 akta saja sudah berat, lama," paparnya.

Dia menambahkan, saat ini kesadaran masyarakat untuk membuat akta kelahiran sudah cukup meningkat.

"Tapi meski demikian masih ada saja yang merasa malas untuk mengurus, karena biasanya itu warga akan mengurus ketika membutuhkan, kalau tidak pasti ditunda-tunda," pungkasnya. (Mohamad Afkar Sarvika)

Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help