KKG Beberkan Resesi Ekonomi Indonesia Gawat karena Menyakitkan

Kegiatan investasi selalu lebih besar dari tabungan yang menyebabkan pembiayaan investasi dilakukan dengan menggunakan kredit dari bank.

KKG Beberkan Resesi Ekonomi Indonesia Gawat karena Menyakitkan
Kompas TV
Ilustrasi. Sebanyak 13 anak hidup tanpa pendidikan dan rumah layak di Serang, Banten. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Ekonom sekaligus politikus senior Kwik Kian Gie (KKG) mengatakan, ekonomi Indonesia saat ini tengah menuju tahap resesi. Hal itu ditandai dengan langkanya modal saat kegiatan investasi tinggi.

KKG menyebut, kondisi ekonomi di Indonesia yang terjadi saat ini sejalan dengan teori overinvestment.

Menurutnya, inti dari teori overinvestment adalah kegiatan investasi selalu lebih besar dari tabungan yang menyebabkan pembiayaan investasi dilakukan dengan menggunakan kredit dari bank.

"Artinya, selama gelombang pasang, pembentukan modal sendiri atau equity capital tertinggal dibandingkan dengan kesempatan dan gairah investasi," kata Kwik saat paparan dalam seminar nasional di Institut Bisnis dan Informatika KKG di Jakarta, Rabu (11/10/2017).

Meski demikian, kemampuan bank dalam memberikan kredit memiliki batas.

Suatu saat nanti, kredit bank akan berkurang, sehingga investasi akan berkurang, dan krisis dimulai.

Kelompok teori ini lanjut dia, berpendapat bahwa untuk menghindari krisis harus dilakukan selama kegiatan investasi mencapai gelombang pasang.

Salah satu caranya kata mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tersebut, dengan mengerem investasi.

"Dengan mengerem investasi, kita memang memasuki resesi yang akan merupakan proses yang menyakitkan, tetapi tidak bisa kita hindarkan. Ini adalah biaya yang dari waktu ke waktu harus kita bayar karena kita ingin memiliki ekonomi yang tidak sentralistik dan tidak otoriter," tambah dia.

Kwik Kian Gie
Kwik Kian Gie (Kontan)

KKG bilang, yang bisa dilakukan Indonesia yaitu dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), penjadwalan kembali proyek-proyek besar tanpa pandang bulu milik siapa proyek tersebut, dan mengendalikan kredit komersial dari luar negeri.

Jika krisis terlanjur terjadi, menurut dia, Indonesia tidak dapat berbuat lain. Indonesia lanjut dia, hanya bisa menyerahkan penyembuhannya pada proses alamiah yang sangat menyakitkan.

"Artinya, kita tidak dapat berbuat lain kecuali membiarkan resesi ekonomi sampai mencapai titik balik yang terendah dan proses gelombang pasang dimulai lagi berdasarkan titik keseimbangan baru yang terletak pada tingkat the lower turning point," ujarnya. (Adinda Ade Mustami)

Sebelumnya telah diunggah Kontan dengan tautan: Kwik Kian Gie: Indonesia masuk resesi menyakitkan

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help