WartaKota/

Jokowi Targetkan 16 Juta Tanah Bersertifikat Sampai 2019

Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil akan menerbitkan belasan juta sertifikat tanah hingga tahun 2019.

Jokowi Targetkan 16 Juta Tanah Bersertifikat Sampai 2019
Warta Kota
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah tiokoh di antaranya TB Hasanuddin, beberapa waktu lalu. 

WARTA KOTA, TANGERANG -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menyatakan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil akan menerbitkan belasan juta sertifikat tanah hingga tahun 2019.

"Tahun depan (2018) 7 juta sertifikat baru selesai, tahun berikutnya lagi (2019) 9 juta. Saya paksa dan saya itung," kata Jokowi saat memberikan sertifikat tanah se-Tangerang di Lapangan Muncul, Tangerang Selatan, Rabu (11/10/2017).

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, setiap kali mengunjungi daerah dirinya sering kali mendapatkan keluhan masyarakat tentang permasalah pada sertifikat tanah.

Ia juga mengungkapkan, di Indonesia total ada sehanyak 126 juta bidang tanah namun setelah puluhan tahun merdeka baru terealisasi sebanyak 46 juta bidang tanah yang bersertifikat.

"Kalau enggak selesai, saya bilang awas pak Menteri. Yang terjadi sengketa tanah di mana-mana. Tidak hanya di Tangerang, Sumatera, Sulawesi, semuanya. Karena enggak pegang sertifikat," jelasnya.

Di Tangerang, Jokowi menyerahkan 10.100 sertifikat terbagi atas, Kota Tangsel 5.100 sertifikat, Kota Tangerang sebesar 2.000 sertifikat, dan Kabupaten Tangerang sebanyak 3.000 sertifikat.

Penyerahan sertifikat ini merupakan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau lebih dikenal sebelumnya dengan sebutan, Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona).

"Sampai saat ini saya sudah menyerahkan 38 kali, yang saya serahkan langsung itu 147.813 sertifikat," jelasnya.

Selain itu, dirinya mengingatkan bagi penerima sertifikat untuk menjaga baik-baik sertifikatnya dan dibuat salinannya agar mudah dibuat kembali jika hilang.

"Simpan baik-baik, jangan sampai rusak, kedua di foto copy, kalau nanti ilang gampang, tinggal bawa foto copynya saja," terangnya.

Untuk itu, keberadaan sertifikat bidang tanah dapat menjadi pertanggungjawaban atas hak miliki dari tanah sehingga menghindari terjadinya sengketa kepemilikan. (Alija Berlian Fani)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help