WartaKota/

Indonesia Impor Vaksin Rubella dari India Hampir Rp 900 M

Biaya sebesar itu digunakan untuk menyasar 34.964.384 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Pulau Jawa dalam dua bulan, Agustus sampai Septemdber.

Indonesia Impor Vaksin Rubella dari India Hampir Rp 900 M
Istimewa
ILUSTRASI Vaksin Rubella 

WARTA KOTA, BEKASI --- Kementerian Kesehatan mencatat biaya pengadaan vaksin campak-rubella dalam pelaksanaan fase pertama mencapai Rp 893,9 miliar atau hampir Rp 900 miliar. Vaksin itu diimpor dari negara India, karena produsen vaksin dalam negeri, yakni PT Bio Farma Persero belum mampu memproduksi vaksin tersebut.

"Kemungkinan tahun 2019 dan 2020 Bio Farma baru bisa memproduksi vaksin tersebut," ujar Kepala Subdit Imunisasi Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kementerian Kesehatan, I Made Yosi Prabudi, Selasa (10/10).

Baca: Capaian Imunisasi MR di Jakarta Utara Terendah se-DKI Jakarta. Ini Sebabnya

Yosi menyampaikan hal tersebut dalam acara diskusi dengan Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan UNICEF (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa/United Nations Children's Fund) di Hotel Harris, Bekasi Utara, Kota Bekasi. Tema yang diusung dalam diskusi itu adalah Tantangan Imunisasi Campak Rubella di Kota Bekasi.

Yosi mengatakan, biaya sebesar itu digunakan untuk menyasar 34.964.384 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di Pulau Jawa. Adapun pelaksanaannya selama dua bulan, yakni Agustus sampai September.

Sedangkan fase kedua, kata dia, akan menyasar 31.963.154 anak di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusat Tenggara, Maluku dan Papua.

Baca: Klaim Rp 2,8 Miliar selama 7 Tahun Tak Digubris, Izin Usaha Asuransi Allianz Terancam Dicabut

"Biaya program vaksin rubella pada fase kedua mencapai Rp 873,9 miliar dan dilakukan pada Agustus-September 2018 mendatang," kata Yosi.

Meski vaksin tersebut diimpor dari India, namun Yosi memastikan sangat aman untuk anak-anak. Soalnya sudah mendapat rekomendasi dari BPOM serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Vaksin ini sudah digunakan oleh 140 negara untuk eliminasi penyakit campak dan Rubella," jelas Yosi.

Ke depan, lanjutnya, vaksin ini akan dimasukan dalam program imunisasi rutin nasional sehingga Bio Farma akan menyediakan vaksinnya. Selama imunisasi program vaksin ini, pemerintah selalu menggunakan produk vaksin Bio Farma.

Baca: Ayo Ikut Sayembara Disain Alun-alun Kota Depok, Hadiahnya Rp 100 Juta Lho!

"Terkait vaksin baru seperti rubella, human papilloma virus (HPV) dan Pneumococcal Vaccine (PVC) itu kita impor. Belum ada produksi Bio Farma, karena itu vaksin baru," kata dia.

"Namun kalau sudah masuk ke program nasional, itu akan disiapkan Bio Farma dan komitmen dari mereka sudah ada," tambah Yosi.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help