WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Dianggap Tak Bijak, Ridwan Kamil Di-Bully netizen

Walikota Bandung Ridwan Kamil dinilai netizen tidak bijak terkait pelarangan transportasi online beroperasi di Bandung.

Dianggap Tak Bijak, Ridwan Kamil Di-Bully netizen
Postingan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil tentang pelarangan transportasi online di Bandung yang menuai protes netizen. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Kebijakan pelarangan beroperasi kepada seluruh transportasi online, baik ojek maupun taksi online di wilayah Bandung, Jawa barat yang disampaikan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil dinilai netizen tidak bijak.

Sebab, bukan hanya banyak warga yang menggantungkan hidupnya, warga yang merupakan pengguna justru merasa terbantu dengan kehadiran transportasi online.

Komentar pedas hingga pernyataan tidak akan mendukung Ridwan kamil apabila maju sebagai calon Gubernur Jawa Barat dalam Pilkada Jawa Barat pada tahun 2018 mendatang ramai disampaikan lewat media sosial, baik twitter, instagram mauapun facebook.

Bahkan, aksi menolak like juga dinyatakan netizen dalam postingan Ridwan Kamil tentang kebijakan kontroversial itu.

"BEWARA. Sesuai press conference pagi hari ini tanggal 9 Oktober 2017 dari Dishub Jawa Barat, bahwa sudah terjadi kesepakatan2, sehingga rencana mogok angkutan umum di area Bandung Raya tidak jadi dilaksanakan. Semoga menjadi maklum. Hatur Nuhun," tulis Ridwan kamil dalam instagramnya @RidwanKamil pada Senin (9/10/2017) lalu.

Tidak hanya sebatas itu, Utami lewat akun @dpramitautami bahkan menegaskan kepada Riwan Kamil apakah warga harus berunjuk rasa untuk berjuang mengembalikan transportasi online.

"Masa iya masyarakat Harus turun Untuk mendukung supaya taxi online ttp Ada !!! Semoga pemprov pemkot membuat kebijakan yang adil secara merata yaaa..," tulisnya bernada keras.

Serupa, @raypangestuu juga menghaku keberatan dengan kebijakan tersebut, dirinya meminta agar Ridwan Kamil merevisi kebijakan karena menurutnya hidup adalah pilihan.

"Kalo memang keberatan dengan adanya transportasi online , kenapa ga dari awal aja di tolak masuk ke kota bandung ? kalo memang betul sangat keberatan , bisa ga supir angkot mematuhi peraturan dikota bandung ini ? bisa ga ga ugal ugalan ? Bisa ga angkot nya di buat senyaman mungkin ? Bisa ga semua supir angkot memiliki surat izin mengemudi ? saya sebagai pengguna transportasi umum , ntah itu online atau angkutan kota kita berhak memilih, hidup aja pilihan , apalagi milih transportasi,' tulisnya.

Sementara, Alam lewat akun twitter @alam_f, Wahyu Triadi lewat @perlahansore dan Eddie lewat @eddie150583 menyebutkan regulasi harus diatur dari tingkat Pemerintah Pusat. Mereka pun menyindir dengan menganalogikan jika kebijakan yang kini diterapkan justru mengembalikan masyarakat ke zaman batu.

"Harusnya menkominfo melarang telepon seluler karena mengancam keberadaan wartel..," tulis @alam_f disusul Wahyu Triadi 'kalau begitu menkominfo juga harus melarang olshop karena mengancam keberadaan toko konvensional' dan Eddie 'SELAMAT kpd PEMPROV JABAR yg telah menjadikan alat transportasinya kembali ke zaman batu (tdk mau menerima perkembangan zaman)'.

Sedangkan Kamal Siregar lewat @depressionboi menyebut jika Bandung yang digadang-gadang sebagai smart city justru tidak pintar.

"Wowwww sungguh progres yang luar biasa sekali. Provinsi yang ibu kotanya disebut-sebut sebagai smart city ternyata nggak smart2 amat, ya," tulis Kamal lewat akun @gembrit.

Berikut cakupan transportasi online menurut Daniel Giovanni lewat akun @qronoz apabila Ridwan Kamil terpilih dan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. "Gara-gara keputusan transportasi online gak blh beroperasi di daerah Jabar, jadi penasaran cakupannya mana aja. Berarti yg di area merah ya? pic.twitter.com/jrDNbGOD3k," tulisnya.

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help