WartaKota/

Baru Dua Puskesmas di Bekasi Kantongi Akreditasi

Kedua Puskesmas itu layak mendapat akreditasi karena dari sisi pelayanan, tenaga medis hingga prasarana cukup lengkap dibanding Puskesmas lain.

Baru Dua Puskesmas di Bekasi Kantongi Akreditasi
jatiasih.my.id
Puskesmas Jatiasih, Bekasi. 

WARTA KOTA, BEKASI -- Pemerintah Kota Bekasi baru mengantongi dua akreditasi Puskesmas dari lembaga independen yang mendapat kuasa dari pemerintah pusat.

Padahal Kota Bekasi telah memiliki 39 Puskesmas yang tersebar di beberapa kelurahan di wilayah setempat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Dezi Syukrawati mengatakan, baru Puskesmas Karangkitri dan Puskesmas Pondokgede saja yang telah memiliki akreditasi.

Kedua Puskesmas itu layak mendapat akreditasi karena dari sisi pelayanan, tenaga medis hingga prasarana cukup lengkap dibanding Puskesmas lain.

“Dua Puskesmas itu menyandang akreditasi madya dari pemerintah pusat sejak tahun 2016 lalu,” ujar Dezi di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (11/10).

Dezi mengatakan, saat ini petugas dari Kementerian Kesehatan sedang menguji akreditasi terhadap tujuh Puskesmas lain untuk mendapat penilaian madya.

Ketujuhnya adalah Puskesmas Perumnas II, Mustikajaya, Pejuang, Telukpucung, Pengasinan, Jatiasih dan Rawatembaga.

“Kami berharap agar tujuh Puskesmas yang sedang diuji ini bisa mendapat jenjang Madya seperti dua Puskesmas yang lain,” kata Dezi.

Menurut dia, Kota Bekasi baru mengantongi dua akreditasi Puskesmas bukan berarti pelayanan selama ini dinilai kurang.

Namun rencana akreditasi Puskesmas baru diinstruksikan oleh pemerintah pusat sejak tahun 2016 lalu.

“Saat itu juga, kami mengusulkan Puksesmas Pondokgede dan Karangkitri untuk memperoleh akreditasi. Setelah diuji petugas, akhirnya lolos,” jelasnya.

Dia menambahkan, ada lima jenjang akreditasi dalam uji kemampuan ini, yakni Tidak Terakreditasi, Dasar, Madya, Utama dan Paripurna.

Penetapan status akreditasi dilakukan oleh tim penilai dari Komisioner, berdasarkan penilaian terhadap rekomendasi tim surveyor.

Bila lulus, Komisi Akreditasi akan menerbitkan sertifikat akreditasi.

“Sertifikat ini berlaku selama tiga tahun, nanti akan dievaluasi lagi. Namun setiap tahun mendapat pembinaan dari Tim Pendamping Akreditiasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi setiap tahun,” kata Dezi. (faf)

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help