WartaKota/

Ratusan Gardu Tol JORR Belum Dilengkapi GTO Multi

Ratusan gardu tol di Jakarta Outer Ring Road (JORR) belum dilengkapi mesin pembaca transaksi elektronik pada bagian atas.

WARTA KOTA, BEKASI -- Ratusan gardu tol di Jakarta Outer Ring Road (JORR) belum dilengkapi mesin pembaca transaksi elektronik pada bagian atas, khusus untuk kendaraan golongan II hingga golongan V.

Akibatnya, banyak pengemudi kendaraan besar tetap mengandalkan petugas tol setiap melakukan transaksi. Bahkan tak jarang, mereka turun dari kendaraan untuk menempelkan kartu elektronik saat melakukan transaksi.

"Kita targetkan akhir bulan Oktober ini seluruh gardu di JORR sudah ada reader di bagian atasnya," kata Direktur Utama PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), Ricky Distawardhana dalam acara jumpa pers tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), di Plaza Tol Jatiasih, Bekasi, Selasa (10/10).

Ricky mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki enam unit gardu yang dilengkapi Gerbang Tol Otomatis (GTO) multi.

Gerbang ini, sambungnya, telah dilengkapi mesin pembaca transaksi elektronik pada bagian atasnya, sehingga bisa memudahkan pengemudi kendaraan besar untuk bertransaksi elektronik.

"Masing-masing gardu itu berada di tiga gerbang, yakni gerbang tol Pulogebang, Rorotan dan Cikunir," ujarnya.

Berdasarkan data dari JLJ, jumlah gerbang di ruas tol sepanjang 65 kilometer ini mencapai 38 unit. Jumlah itu terdiri atas 88 gardu semiotomatis (GSO), 69 GTO single, enam GTO multi, sehingga totalnya mencapai 169 gardu.

Sementara jumlah laporan harian (LHR) pengguna transaksi elektronik di ruas tol JORR mencapai 325.415 kendaraan.

Untuk pembayaran tunai mencapai 121.458 kendaraan. Bila dipersentasekan, jumlah penetrasi transaksi elektronik mencapai 73 persen, sedangkan transaksi tunai mencapai 27 persen.

Menurut Ricky, sebetulnya JLJ telah menerapkan sistem pembayaran elektronik sejak tahun 2008 lalu. Bahkan pada tahun 2013, seluruh gerbangnya telah memiliki beberapa GTO namun hanya bisa dilalui oleh kendaraan golongan I.

Direktur Teknik dan Operasi PT JLJ, Satria Ganefanto menambahkan, sejak dicanangkannya GNNT oleh pemerintah pusat pada Juli 2017 lalu, pihaknya langsung membenah diri.

Salah satunya, ujar Satria, adalah melengkapi sarana dan prasarana yang ada, dengan melengkapi GTO multi, sehingga kendaraan besar bisa menggunakan transaksi elektronik tanpa hambatan.

"Meski baru ada tiga gerbang yang menerapkan GTO multi, namun para sopir tidak kesulitan karena petugas sudah dikerahkan untuk membantu mereka bertransaksi," katanya.

Di samping itu, lembaganya juga gencar melakukan sosialisasi sistem pembayaran elektronik melalui media spanduk dan pamflet secara periodik. Harapannya, para pengendara bisa teredukasi sehingga penerapan transaksi elektronik pada 31 Oktober bisa terlaksana 100 persen.

"JLJ sudah menyepakati komitmen bersama dengan pihak bank yang tergabung dalam Himbara, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan BCA," ujar Satria.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help