Awas Gunung Agung

Pedagang LTC Glodok Bantu Pengungsi Gunung Agung

Lebih dari dua minggu, sekitar 140.000 warga di sekitar Gunung Agung Propinsi Bali mengungsi menjauhi gunung yang berstatus awas tersebut.

Pedagang LTC Glodok Bantu Pengungsi Gunung Agung
Warta Kota/Lilis Setyaningsih
Pedagang di LTC Glodok yang tergabung dalam P3SRS menyerahkan bantuan kepada pengungsi bencana Gunung Agung Propinsi Bali yang diwakili oleh Aksi Reaksi Cepat, Lobby LTC Glodok, Selasa (10/10/2017). Tampak dalam gambar kiri Head of Partnership ACT Catur Widodo dan Ketua P3SRS Alex Suharly. 

Laporan wartawan Wartakotalive.com, Lilis Setyaningsih

WARTA KOTA, GLODOK - Lebih dari dua minggu, sekitar 140.000 warga di sekitar Gunung Agung Propinsi Bali mengungsi menjauhi gunung yang berstatus awas tersebut.

Kondisi tersebut membuat ribuan pedagang yang bergabung dalam Perhimpunan dan Penghuni Satuan Rumah Susun Lindeteves Trade Center (P3SRS LTC Glodok) tergerak untuk memberikan donasi.

Bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menyalurkan bantuan ke posko-posko pengungsi.

Ketua P3SRS LTC Glodok Alex Suharly mengatakan bantuan yang diberikan selain memang dibutuhkan oleh pengungsi juga tidak menghilangkan 'ciri khas' di LTC Glodok.

Baca: Kejari Jakarta Barat Jadi Proyek Percontohan Pelayanan Masyarakat Berbasis Online

"Kami memberikan masker karena kami tahu para pengungsi membutuhkan karena debu dan asap. Lampu dan genset juga diperlukan. Dan barang-barang yang kami berikan disumbang oleh pedagang yang biasa kami jual," ujar Alex kepada wartawan sesaat pemberian secara simbolis bantuan kepada pengungsi Bali yang diwakili ACT, di Lobby LTC Glodok, Selasa (10/10/2017).

Secara keseluruhan ada 10 ribu kotak masker yang akan didistribusikan. Satu kotak berisi 50 masker, 2 genset kapasitas 5.000 watt, 1.000 lampu, serta 500 paket sembako yang berisi gula, tepung, beras, dan mie instan.

Head of Partnership ACT Catur Widodo mengatakan, bantuan dari para pedagang LTC Glodok ini akan didistribusikan ke beberapa posko di Kabupaten Karangasem yang jumlah pengungsinya terbilang lebih banyak ketimbang kabupaten lain.

Alex mengakui, pemberian bantuan ke korban bencana alam ini memang baru pertamakali yang melibatkan para pedagang.

Rencananya ke depan, akan dilakukan lagi pemberian bantuan ketika korban bencana alam mengenai banyak korban.

Baca: Pamer Ilmu Kebal, Geng Motor Tewas Dibacok di Bekasi

"Kami beberapa kali melakukan kegiatan sosial misalnya donor darah. Bencana alam kali ini di Bali menggugah kami untuk memberikan bantuan secara koordinir. Ada kepuasan batin yang dirasakan setelah bisa memberikan bantuan dan membuat kami bertekad akan melakukan lagi kegiatan sejenis ketika ada warga yang memerlukan bantuan," cetus Alex.

Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help