WartaKota/

Imunisasi Rubella di Bekasi Kedua Terendah di Jabar

Meski mencapai 90 persen dari target, Bekasi menempati posisi kedua terendah di Jawa Barat dalam pelaksanaan imunisasi Rubella..

Imunisasi Rubella di Bekasi Kedua Terendah di Jabar
Warta Kota/Andika Panduwinata
Ilustrasi kegiatan imunisasi measles rubella di sebuah sekolah. 

WARTA KOTA, BEKASI-Pelaksanaan imunisasi campak-rubella di Kota Bekasi berada di urutan kedua terendah di Jawa Barat.

Hal ini terungkap berdasarkan laporan dari tingkat pusat yang diterima Kota Bekasi pada 6 Oktober 2017 lalu.

"Kalau laporan dari pusat, pencapaian Kota Bekasi dalam pelaksanaan imunisasi campak-rubella berada di paling bawah setelah Kabupaten Bogor, namun di atas Kota Depok," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi, dr Dezi Syukrawati pada Selasa (10/10/2017).

Meski demikian, kata Dezi, data yang dimiliki daerah dengan pusat cukup berbeda. Pemerintah pusat menyebut, masih ada sekitar 100.000 anak usia 9 bulan hingga 15 tahun yang belum berpartisipasi dalam program imunisasi nasional ini.

Namun berdasarkan data yang dimiliki daerah, justru jumlah anak yang belum mengikuti imunisasi ini mencapai 60.251 anak.

"Ada kesenjangan data yang dimiliki daerah dengan pusat. Kalau daerah sendiri mendata jumlah anak yang berpartisipasi dalam program ini mencapai 90 persen dari target 95 persen," katanya.

Menurut dia, kesenjangan data bukan hanya terjadi pada jumlah anak yang berpartisipasi dalam program ini.

Namun jumlah sasaran anak yang mengikuti program ini juga berbeda. Untuk jumlah sasaran anak berdasarkan pusdatin (pusat data dan informasi), ada 658.563 anak, namun daerah mendata ada 611.964 anak.

Dezi menilai, ada beberapa faktor yang memicu terjadinya kesenjangan data antara daerah dengan pusat.

Misalnya, petugas puskesmas melaporkan ke pusat melalui rapat, tapi tidak melaporkan manual ke dinas terkait sehingga memengaruhi laporan ke provinsi.

Selain itu, petugas lapangan juga tidak tepat waktu melaporkan hal yang terjadi sesuai jam yang disepakati.

"Bisa jadi petugas tidak segera mencatat laporan dan memverifikasinya sehingga laporan bisa berubah-ubah," ungkapnya.

Akibat rendahnya pelaksanaan imunisasi versi pusat, kata dia, maka Kota Bekasi menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Children's Fund/Unicef).

Dengan adanya kejadian ini, maka pelaksanaan imunisasi campak-rubella di Pulau Jawa termasuk Kota Bekasi diperpanjang hingga 14 Oktober 2017.

"Di awal kan jadwalnya dua bulan dari Agustus sampai September. Karena ada beberapa daerah yang belum memenuhi target termasuk Kota Bekasi, makanya diperpanjang," jelasnya.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help