Buwas Menilai Bandar Narkotika Harus Dicincang dan Diumpankan ke Buaya

Tidak hanya dihukum cincang, Buwas juga ingin menghukum para bandar narkoba dengan melemparkannya ke kandang buaya.

Buwas Menilai Bandar Narkotika Harus Dicincang dan Diumpankan ke Buaya
Warta Kota/Adhy Kelana
Pengungkapan kasus narkotika di BNN. 

WARTA KOTA, CAWANG -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menyarakan bandar narkoba dihukum cincang sampai mati.

"Biar mereka jera, hukumnya jangan ditembak, sekalian hukum cincang saja," kata Buwas di gedung BNN, Cawang, Selasa, (10/10 2017).

Pengungkapan kasus narkotika di BNN.
Pengungkapan kasus narkotika di BNN. (Warta Kota/Adhy Kelana)

Tidak hanya dihukum cincang, Buwas juga ingin menghukum para bandar narkoba dengan melemparkannya ke kandang buaya.

"Biar sekalian daging mereka dimakan buaya, jadi kalau ada yang disalahkan pelanggaran HAM, si buaya yang kena HAM, BNN engga," katanya.

Meski banyak kritikan tentang hukuman mati, Buwas pun tidak memperdulikan hal tersebut. 

Kritikantersebut terjadi karena BNN selalu melakukan tindakan tegas terhadap bandar narkoba, sehingga ia pun dinilai melanggar ham atas tindakan tegas bandar narkoba tersebut.

Pengungkapan kasus narkotika di BNN.
Pengungkapan kasus narkotika di BNN. (Warta Kota/Adhy Kelana)

Namun pernyataan Buwas bukan tanpa sebab, pasalnya banyak yang menentang atas tindakan hukuman tembak mati yang dilakukan oleh BNN.

Ia curiga pihak-pihak yang menentang hukuman mati itu justru tergabung dalam jaringan para bandar narkotika

"Kok yang ‘sontoloyo’ ini yang dibela terus. Apa jangan-jangan mereka (yang membela) ini bagian mafia sindikat?"ucapnya. 

Budi juga geram dengan pernyataan Amnesty International yang selalu meminta pemerintah melakukan moratorium terhadap eksekusi hukuman mati karena dinilai melanggar hak asasi manusia. 

Menurut Budi, Amnesty International selama ini hanya menuntut tanpa melakukan perbuatan apapun. (Joko Supriyanto)

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help