WartaKota/
Home »

Depok

Ahli Psikologi Forensik: Menteri Bicara Kebiri Lagi? Kapan Terealisasi?

Terlalu berlebihan untuk menjadikan ancaman kebiri sebagai cara memunculkan efek jera.

Ahli Psikologi Forensik: Menteri Bicara Kebiri Lagi? Kapan Terealisasi?
Warta Kota
KEPALA Bidang Pemenuhan Hak Anak LPAI, Reza Indragiri Amriel 

WARTA KOTA, DEPOK --- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengecam kasus pemerkosaan terhadap bocah perempuan berusia 7 tahun di Jayapura. Yohana berharap agar pelaku mendapat hukuman maksimal berupa kebiri kimia serta pemasangan alat pendeteksi elektronik.

Menanggapi hal ini Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel, yang juga Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) menuturkan, bahwa bukan kali ini saja Menteri Yohana menyampaikan ancaman kebiri terhadap predator anak.

Baca: Nafa Urbach Setuju Pelaku Pedofil Dikebiri

"Sudah berulang kali! Tapi kapan akan terealisasi?," tegas Reza, kepada Warta Kota, Senin (9/10/2017) malam.

Bahkan jika mundur sedikit, katanya, petunjuk teknis pelaksanaan sanksi kebiri berdasar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak-pun belum difinalisasi.

"Lagi pula, terlalu berlebihan untuk menjadikan ancaman kebiri sebagai cara memunculkan efek jera. Di Jerman, kebiri dilakukan berdasarkan permintaan si napi predator seks. Wajar mujarab, karena berangkat dari kesadaran dan keinginannya sendiri. Kebiri adalah bagian dari rehabilitasi," paparnya.

"Namun di sini, kebiri adalah hukuman an sich. Predator yang bermotif kontrol dan amarah, setelah dikebiri malah semakin marah. Bukannya jera, malah kian berbahaya," sambung Reza.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help