WartaKota/
Home »

Seleb

» Gosipi

Aa Gatot Tolak Dakwaan Jaksa, Mengaku Tak Punya Senjata Api dan Satwa Langka

AA Gatot menyatakan keberatannya atas tiga dakwaan jaksa atas dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka.

Aa Gatot Tolak Dakwaan Jaksa, Mengaku Tak Punya Senjata Api dan Satwa Langka
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Gatot Brajamusti alias AA Gatot sesuai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017), terkait kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka. 

WARTA KOTA, AMPERA -- Artis peran dan guru spiritual Gatot Brajamusti (55) alias AA Gatot menyatakan keberatan atas tiga dakwaan, dalam dua kasus yang menjeratnya beberapa waktu lalu.

Pasalnya, terhadap tiga dakwaan itu, pria yang pada tahun 2016 menghadapi kasus narkoba di Mataram, NTB dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara itu terancam lebih dari 30 tahun kurungan penjara, atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan satwa langka.

"Saya keberatan dengan (dakwaan) dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Karena tidak begitu kebenarannya," kata Gatot Brajamusti kepada Ketua Majelis Hakim dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Majelis hakim memberikan waktu kepada pihak Gatot untuk menyampaikan keberatannya dalam eksepsi atas dakwaan JPU, dalam sidang yang berlangsung sejak pukul 14.10 hingga pukul 15.20 WIB itu.

"Kami berikan waktu satu minggu. Sehingga kita bertemu lagi minggu depan atau tanggal 17 Oktober 2017 dengan eksepsinya," ucap Ketua Majelis Hakim seraya menutup persidangan, dengan mengetuk palu satu kali.

Usai persidangan, kuasa hukum Gatot Brajamusti, Achmad Rifai, menegaskan bahwa kliennya sangat berkeberatan atas dakwaan JPU.

"AA Gatot mengatakan bahwa ia keberatan atas dakwaan JPU yang mengenakan pasal tersebut, baik dugaan kepemilikan senjata api maupun satwa langka. Karena Gatot mengatakan, 'Saya tidak mengerti' gitu," kata Rifai.

Rifai juga menjelaskan, ketidakmengertian Gatot terkait dengan daakwaan kepemilikan senjata api ilegal dan dua satwa langka, yakni burung elang dan harimau Sumatera yang sudah diawetkan.

"Alasannya dia mengaku tidak punya satwa liar dan senjata api (ilegal) tersebut. Tapi kenapa dijadikan tersangka, dijadikan terdakwa? Pesan kita cuma satu, jangan sampai orang yang tidak memiliki kemudian mejadi terdakwa dan mejalani hukuman," ungkapnya.

Menurut Rifai, jika dalam pembuktian, barang bukti yang dimaksud tidak dimiliki Gatot, hal tersebut akan membuat kliennya menjadi korban tak bersalah.

"Aa Gatot berkali-kali mengatakan, bukan punya dia satwa langka dan senjata apinya itu," ujar Rifai lagi.

Sebelumnya diberitakan, Aa Gatot ditangkap oleh kepolisian bersama penyanyi Reza Artamevia di Mataram, Nusa Tenggara Brat, pada pertengahan Agustus 2016.

Ketika ditangkap, Gatot yang saat itu baru saja terpilih kembali sebagai ketua umum Parfi Periode 2016-2021, Gatot diketahui memiliki dan memakai narkotika jenis sabu-sabu.

Berangkat dari penangkapan itu, Gatot kemudian terseret ke dalam beberapa perkara lain seperti kepemilikan satwa liar, senjata api ilegal, dan pelecehan seksual.

Untuk kasus narkotika, Gatot telah dijatuhi hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp. 1 Miliiar subsider tiga bulan kurungan penjara.

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help