WartaKota/

Media Sosial

Mahasiswa Doktoral Ini Akhirnya Klarifikasi Soal Kebohongan Dirinya

Dwi ingin memberikan klarifikasi mengenai informasi tidak benar tentang dirinya yang kini beredar di media sosial

Mahasiswa Doktoral Ini Akhirnya Klarifikasi Soal Kebohongan Dirinya
Istimewa
Surat pernyataan yang dibuat oleh Dwi Hartanto soal kebohongannya 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kebohongan yang terus disampaikan oleh Dwi Hartanto, lulusan Technische Universiteit Delft atau Delft University of Technology yang mengaku sebagai peneliti pesawat tempur akhirnya terkuak lewat viralnya potret surat pernyataan kebohongan pada tanggal 7 Oktober 2019 lalu.

Tidak hanya mengklarifikasi seluruh kebohongan yang telah diperbuat, pemuda yang diberi julukan 'The Next Habibie' itu juga mengutarakan alasan kebohongannya

Mengawali surat pernyataan, Dwi ingin memberikan klarifikasi mengenai informasi tidak benar tentang dirinya yang kini beredar di media sosial ataupun media masssa saat ini. Informasi tersebut khususnya mengenai kompetensi dan latar belakangnya terkait bidang teknologi roket, satelit dan pesawat tempur.

Dwi Hartanto, mahasiswa yang melakukan kebohongan
Dwi Hartanto, mahasiswa yang melakukan kebohongan (Istimewa)

"Pertama-tama, saya mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia nikmat-Nya bagi kita semua. Kedua, saya juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang memungkinkan diselenggarakannya pernyataan tertulis/media ini.

Sebagaimana kita ketahui, di beberapa waktu terakhir ini telah beredar informasi berkaitan dengan diri saya yang tidak benar, baik melalui media massa maupun media sosial. Khususnya perihal kompetensi dan latar belakang saya yang terkait dengan bidang teknologi kedirgantaraan {Aerospace Engineering) seperti teknologi roket, satelit, dan pesawat tempur.

Melalui dokumen ini, saya bermaksud memberikan klarifikasi dan memohon maaf atas informasi-informasi yang tidak benar tersebut," tulis Dwi mengawali surat Pernyataan.

Lebih lanjut, dirinya pun mengakui jika seluruh kebohongan yang dibuatnya karena kekhilafan dirinya yang cenderung melebih-lebihkan cerita ataupun pengalamannya.

Hal tersebut pun berujung pada kegelisahan para alumni Delft University of Technology sejak lama.

"Saya mengakui bahwa kesalahan ini terjadi karena kekhilafan saya dalam memberikan informasi yang tidak benar (tidak akurat, cenderung melebih-lebihkan), serta tidak melakukan koreksi, verifikasi, dan klarifikasi secara segera setelah informasi yang tidak benar tersebut meluas.

"Ketidakakuratan informasi yang saya sebutkan sebelumnya belakangan ini terkuak selebar-Iebarnya, dan menimbulkan kegelisahan di masyarakat Indonesia, khususnya di antara alumni almamater saya, T U Delft (Technische Universiteit Delft). Akan tetapi, dari awal saya tidak ada maksud dan keinginan untuk secara sengaja merugikan dan bahkan menyerang individu atau lembaga-lembaga yang terkait," jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya memaparkan sejumlah kebohongan yang dilakukannya sejak lama, antara lain latar belakang akademiknya, pemberitaan tentangnya di sejumlah media massa nasional pada tahun 2015, wawancara khusus dengan Najwa Shihab dalam program Mata najwa hingga informasi tidak benar yang disebarkannya lewat facebooknya, yakni https://www.facebook.coiTi/nikolaus.kopernikus yang kini sudah tidak aktif. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help