WartaKota/

Lafadz Allah Muncul di Langit Purwakarta. Ini Harapan Bupati Dedi Mulyadi

"Malam tadi, muncul fenomena langka di langit Purwakarta. Lafdzul Jalaalah ( الله) terlukis di bawah terang sinar rembulan..."

Lafadz Allah Muncul di Langit Purwakarta. Ini Harapan Bupati Dedi Mulyadi
facebook Kang Dedi Mulyadi
FENOMENA alam munculnya lafadz Allah pada Sabtu (7/10/2017) malam di langit Purwakarta yang ramai diperbincangkan di media sosial, diunggah juga oleh Bupati Purwakarta melalui akun facebooknya Kang Dedi Mulyadi. 

WARTA KOTA, PALMERAH --- Ada peristiwa yang tidak biasa pada Sabtu malam lalu (07/10/2017) di Purwakarta, Jawa Barat. Muncul awan berbentuk lafadz Allah di langit sebelah timur Purwakarta.

Fenomena alam langka tersebut disaksikan warga Purwakarta sekitar pukul 20.30 WIB. Lafadz Allah di langit Purwakarta pun ramai diperbincangkan di media sosial.

Baca: Kemenhub Nyatakan Segera Berkoordinasi Bangun Jalur KA Bandara Baru Yogya NYIA

Menanggapi fenomena alam di wilayah yang dipimpinnya, Bupati Dedi Mulyadi berharap fenomena tersebut merupakan pertanda kemuliaan dari Sang Pencipta, "Insya Allah, semoga Allah SWT memberikan kemuliaan melalui tanda-tanda-Nya."

Melalui akun Facebook resmi 'Kang Dedi Mulyadi', Ketua DPD Golkar Jabar ini juga mengajak warganya memanfaatkan peristiwa ini sebagai momentum mendekatkan diri kepada Allah dengan bersyukur (tasyakur) serta tafakur dan tadabbur atau merenungkan dengan melihat kekuasaan Allah.

"Malam tadi, muncul fenomena langka di langit Purwakarta. Lafdzul Jalaalah ( الله) terlukis di bawah terang sinar rembulan. Sudah seharusnya momen ini membuat kita menegaskan sikap ‘Tasyakur’, membangun hubungan timbal balik kepada pemberi nikmat dalam hakikat yakni Allah SWT," ungkap Dedi melalui akun Facebooknya.

Baca: Wow, Inilah 5 Kehebatan Wisata Purwakarta yang Sudah Go International

Timbal balik tersebut menurut Dedi harus dibangun dengan alam. Saat kaki manusia menginjak bumi maka manusia juga harus merawat bumi. Saat pohon memberi manfaat kepada manusia, maka manusia juga berkewajiban untuk merawat pohon.

"Untuk bisa bertasyakur, ‘Arasy’ berpikir kita tentu saja harus dipenuhi ‘Tafakur’ bahwa seluruh alam ini diciptakan oleh Dzat Maha Agung yakni Allah SWT. Keberadaan kita karena keberadaan-NYA." tutur Dedi.

Setelah 'Tasyakur' dan 'Tafakur' terpenuhi maka dikatakan oleh Dedi akan muncul sifat'Tadabbur' menarik makna terdalam dari seluruh aktivitas yang dilakukan oleh manusia.

"Betapa hidup ini tidak bisa kita jalani sendiri. Kita membutuhkan kekuatan dari Allah SWT dan energi dari alam semesta." pungkasnya. 

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help