Berita Heboh

Emha Tunjuk Keturunan PKI Bahkan Bisa Jadi Staf Presiden dan Minta Kontroversi PKI Diakhiri saja

Terkait kontroversi Partai Komunis Indonesia (PKI), Emha Ainun Najib atau Cak Nun ikut memberikan penjelasannya.

Emha Tunjuk Keturunan PKI Bahkan Bisa Jadi Staf Presiden dan Minta Kontroversi PKI Diakhiri saja
Wikipedia
Emha Ainun Najib 

Terkait kontroversi Partai Komunis Indonesia (PKI), Emha Ainun Najib atau Cak Nun ikut memberikan penjelasannya.

"Jadi, siapa duluan yang membunuh?" katanya, dalam sebuah tanya jawab yang beredar luas di media sosial.

Dia menyorot kasus 1948 dan 1965.

Baca: Keteguhan Hati Bocah 8 Tahun Bikin Hati Orangtuanya Luluh untuk Mengizinkannya Pindah Agama

Dia minta semua memelajari sejarah bangsa ini.

"Jadi, kalau dua kampung berseteru, satu dibunuh, yang lain ikut membunuh karena kalau tidak saya membunuh, saya akan dibunuh," katanya.

Dia menyatakan, di kala terjadi banyak penculikan dan pembunuhan oleh PKI, dia memang tiap hari membawa pedang karena bapaknya akan diculik dan dihabisi PKI demikian juga yang akan terjadi pada Cak Nun.

"Namaku, dulu, masih Muhammad, tapi supaya tidak Islam nemen (terlalu), tak (aku) ganti jadi Emha," katanya.

Baca: Ade Irma Suryani Hanya Bisa Berkata Lirih Ade Salah Apa Papa Kok Ade Ditembak

Dalam tanya jawab ini, Cak Nun membuka tentang fakta bahwa keturunan PKI ada di mana-mana dan tidak ditolak bekerja bahkan ada yang diterima dalam kedudukan terhormat sebagai staf Presiden.

Halaman
1234
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved