WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Polisi Masih Selidiki Kasus Terduga Anggota TNI yang Aniaya Petugas Parkir

Polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan dan ancaman tembakan oleh orang yang mengaku anggota TNI terhadap seorang petugas parkir.

WARTA KOTA, KEBAYORANLAMA -- Kepolisian Sektor Metro Kebayoranlama masih menyelidiki kasus penganiayaan disertai ancaman tembakan dari seseorang yang mengaku anggota TNI terhadap seorang petugas parkir mal Gandaria City bernama Zuansyah (21).

Manajer Operasional Gandaria City, Ryan, saat dikonfirmasi pada Sabtu (7/10) petang membenarkan bahwa pihak mal sudah menghubungi pihak kepolisian untuk menangani kejadian ini.

"Iya betul. Masih berjalan prosesnya, " kata Ryan.

Saat ditanya lebih detail mengenai kondisi terkini Zuansyah, Ryan enggan menjelaskan lebih rinci.

"Kalau kondisi korban sendiri tidak mengalami luka fisik yang parah, hanya shock saja, " kata Ryan.

Zuansyah melapor ke Mapolsektro Kebayoran Lama setelah dirinya ditinju sebanyak dua kali oleh seorang yang mengaku anggota TNI. Tak hanya itu, rekan oknum tersebut juga mengancam Zuansyah dengan melepaskan tembakan.

Kejadian itu berawal ketika pelaku pemukulan hendak keluar dari parkiran basement mal. Zuansyah, yang berjaga di loket pembayaran karcis meminta uang parkir sesuai dengan yang tertera di komputer.

Rupanya, pelaku yang mengendarai mobil dinas berwarna hijau itu tidak terima. Ia pun bertanya kepada Zuansyah mengapa TNI harus membayar. Zuansyah pun menjelaskan bahwa parkiran gratis hanya berlaku untuk tamu VIP dan pihak hotel.

Pelaku pun akhirnya membayar uang sebesar Rp 20.000.
Namun tak lama kemudian pelaku datang lagi bersama seorang pria paruh baya, lalu memanggil Zuansyah.

Pelaku lalu mendaratkan dua pukulan di dagu kiri Zuansyah. Belum hilang rasa kaget Zuansyah, rekan pelaku mencabut senjata api, melepaskan tembakan ke atas, dan menyuruh Zuansyah berlutut dan mencium kaki pelaku.

Letusan tembakan itu didengar oleh petugas keamanan dan operasional mal Gandaria City. Pelaku dan rekannya pun diajak bermusyawarah.

Dalam musyawarah, pelaku kembali melakukan intimidasi dengan meletakkan senjata api di atas meja. Musyawarah tidak mencapai titik temu.

Pelaku kemudian meninggalkan kartu nama berinisial A dan mengaku siap dipanggil sewaktu-waktu lewat nomor kontak di kartu nama yang ia tinggalkan.

Penulis: Banu Adikara
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help