Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG: Asap Abu-abu Gunung Agung Adalah Efek Pantulan Cahaya

"Saya tegaskan warna asap yang keluar dari Gunung Agung masih berwarna putih dan belum berwarna abu-abu," ujar Gede Suantika, Sabtu.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG:  Asap Abu-abu Gunung Agung Adalah Efek Pantulan Cahaya
Antaranews.com
Perahu nelayan melintas dengan latar belakang Gunung Agung saat matahari terbenam di pantai Senggigi, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (27/9/2017). (ANTARA/Ahmad Subaidi) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Gede Suantika menyampaikan bahwa keluarnya asap (solfatara) berwarna abu-abu di kawah Gunung Agung merupakan efek pembiasan cahaya pada pagi hari.

"Saya tegaskan warna asap yang keluar dari Gunung Agung masih berwarna putih dan belum berwarna abu-abu," ujar Gede Suantika saat ditemui di Pos Pengamatan Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Sabtu.

Gunung Agung yang berada pada ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut itu belum mengeluarkan abu vulkanik.

"Kami akan terus melakukan pemantauan dan sampai saat ini tidak ada perubahan warna asap," katanya.

Hingga saat ini, ujar Gede, kondisi Gunung Agung masih dalam status awas atau level IV. PVMBG menyatakan tetap akan memberikan informasi kepada masyatakat agar tidak mendaki gunung ataupun masuk ke zona kawasan rawan bencana (KRB) di wilayah itu.

"Kami imbau agar jangan masuk ke zona ini, karena gunung agung masih kritis. Saya mengharapkan masyarakat dan wisatawan tidak masuk ke dalam radius awas ini," ujarnya menambahkan.

Semenatara itu, Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Devy Kamil Syahbana, mengatakan bahwa asap yang keluar dari kawah Gunung Agung masih dominan berwarna putih.

"Keluarnya asap pada Gunung Agung menunjukkan bahwa gas yang keluar dari kawah sudah banyak. Apabila gas ini keluar terus, maka tekanannya biasannya akan sedikit menurun, tapi bukan habis, karena gempa yang terjadi masih cukup tinggi," katanya.

Ia menambahkan, aktivitas kegempaan Gunung Agung belum mengalami penurunan, dan tercatat pada Jumat (6/10) akifitas kegempaan terjadi hingga 700 lebih dengan rincian gempa vulkanik dalam terjadi sebanyak 601 kali, vulkanik dangkal (350 kali), tektonil lokal (72 kali) dan tektonik jauh dua kali.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved