Inilah Peran Tiap Anggota Komplotan Perampok di Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jaksel

Inilah peran masing-masing anggota komplotan pelaku perampokan di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Jakarta Timur, yang telah dibekuk polisi.

Inilah Peran Tiap Anggota Komplotan Perampok di Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jaksel
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Tiga dari tujuh anggota komplotan perampok yang berhasil menggasak Rp 25 juta milik nasabah bank yang baru saja mengambil uang di salah satu kantor canang bank tujuh di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur beberapa waktu lalu dan dibekuk polisi pada Minggu (1/10/2017). 

WARTA KOTA, SEMAMGGI -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat orang dari tujuh pelaku perampokan di Jalan Raya Kelapa Dua Wetan RT 07/04 Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Afinta menjelaskan, masing-masing dari anggota komplotan itu memiliki tugas berbeda ketika mereka merampok Gayuh Datu (22) di lokasi tersebut.

Saat itu, tutur Nico, Gayuh baru saja mengambil uang di salah satu kantor cabang sebuah bank di lokasi tersebut. Komplotan yang sudah mengincarnya berhasil menggasak uang Gayuh sebanyak Rp 25 juta.

Adapun keempat pelaku tersebut adalah Hendri Kurniawan (31), Jonson Alkahfu (37), Ipo Ardiansyah atau Novi (34), dan Egal Saputra (41), yang dibekuk polisi pada Minggu (1/10/2017).

"(Dalam komplotan ini) Hendri berperan sebagai kapten. Dia yang menyediakan perlengkapan motor dan pemilik senjata api," kata Nico.

Jonson, yang ditangkap di Kampung Nantal, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan berperan sebagai penggambar suasana bank atau pengumpul informasi awal.

"Lalu Novi, yang ditangkap di Gang Makam Benteng, Kecamatan Rawa Lumbu, Kota Bekasi berperan khusus, yakni menarik tas korban," katanya.

Sementara, Egal yang ditangkap di Jalan Harapan Desa Sukarami, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan berperan sebagai pemantau di lokasi bank.

Sementara tiga pelaku lain yang berhasil melarikan diri adalah Candra, Jimmi, dan Maritip. Mereka juga memiliki tugas yang berbeda-beda.

Candra berperan khusus "menggambar" profil korban. Kemudian Egal yang bertugas sebagai pembawa sepeda motor Yamaha Mio hijau berjaga-jaga di bank untuk memberilkan informasi saat sasaran mereka keluar dari bank.

"Lalu, di luar bank, Novi standby dengan satu motor Yamaha Mio. Bersama Jonson Novi bertugas mengikuti korban," tutur Nico.

Di tengah jalan, kata Nico melanjutkan, anggota komplotan yang bertugas merampas uang korban adalah Jimmi. Tugas itu dilakukan bersama Maritip yang mengendarai Suzuki Satria FU.

"Begitu korban terjatuh diancamlah ia oleh si Hendri alias Ujang dengan senjata agar korban melepaskan uang tersebut," jelasnya.

Namun, karena korban tak bersedia melepaskan tasnya, Hendri langsung menembak korban dan mengenai punggungnya.

Setelah berhasil merampok korban, kata Nico, mereka langsung melarikan diri secara terpencar menuju Bantar Gebang, Bekasi, di tempat yang telah ditentukan untuk melakukan pembagian uang.

Penulis: Mohamad Yusuf
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved