Polri: Arsenal SAGL Bukan Senjata Mematikan

Kepala Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail, menegaskan bahwa Arsenal SAGL yang diimpor Polri, bukanlah senjata mematikan dan berbahaya.

Polri: Arsenal SAGL Bukan Senjata Mematikan
Antaranews.com
Dokumentasi: Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian (kiri) menerima penyematan pin kualifikasi Gegana dan Pelopor Korps Brimob Polri dari Kepala Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail (kanan) saat mengunjungi Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10/2016). (ANTARA /Indrianto Eko Suwarso via Antaranews.com) 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Kepala Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail, menegaskan bahwa senjata jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) yang diimpor Polri, bukanlah senjata mematikan dan berbahaya.

Dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu malam, Irjen Murad menjelaskan bahwa senjata itu hanya akan menimbulkan efek kejut.

"Ini senjatanya bukan untuk membunuh, tapi untuk efek kejut. Modelnya memang seram, tapi sebenarnya ini laras kecil. Kalau ditembakkan dengan kemiringan 45 derajat, paling jauh jatuhnya 100 meter," katanya.

Menurut dia, senjata SAGL ini bisa digunakan untuk menembakkan berbagai jenis peluru.

"Pelurunya banyak. Ada peluru karet, peluru hampa, peluru gas air mata, peluru asap, peluru tabur," katanya.

Menurut dia, bukan kali pertama Polri mengimpor senjata sejenis, melainkan sudah kali yang ketiga.

"Ini bukan impor pertama, tapi sudah yang ketiga kali. Yang pertama 2015, dan kedua tahun 2016," katanya pula.

Murad memastikan bahwa pemesanan senjata telah sesuai prosedur.

"Apa yang kami impor telah sesuai dengan manifes. Saya yang tanda tangan untuk minta rekomendasi kepada Badan Intelijen Strategis TNI," kata Irjen Murad.

Murad merinci jumlah senjata yang diimpor tersebut adalah 280 pelontar granat jenis Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40x46 mm dan 5.932 butir amunisi granat.

Senjata yang dikirim menggunakan maskapai asal Ukraina dan diimpor oleh PT Mustika Duta Mas Senjata itu, dibeli melalui mekanisme lelang sesuai dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa. Kemudian, senjata itu pun sudah dikaji oleh Irwasum Polri dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Sampai dengan pengadaan dan pembeliannya oleh pihak ketiga dan masuk ke Indonesia ke pabean Soekarno-Hatta," kata Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto.

Senjata-senjata tersebut masuk ke Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/9) malam, dan kini masih disimpan di Gudang Kargo Bandara Soetta.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help