Pergelaran Mahakarya Borobudur 'Hairstyle and Fashion' untuk Bangkitkan Pariwisata

Pergelaran pertunjukan Mahakarya Borobudur 'Hairstyle and Fashion' diharapkan dapat membangkitkan pariwisata di Borobudur dan sekitarnya.

Pergelaran Mahakarya Borobudur 'Hairstyle and Fashion' untuk Bangkitkan Pariwisata
Antaranews.com
Dokumentasi Wisatawan Padati Candi Borobudur -- Sejumlah wisatawan memadati kawasan Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (28/6/2017). Candi peninggalan wangsa Syailendra yang dibangun pada abad IX tersebut tetap menjadi tujuan wisata favorit selama libur panjang Idulfitri 1438 H. (ANTARA /Anis Efizudin) 

WARTA KOTA, MATRAMAN -- Penyelenggaraan pertunjukan Mahakarya Borobudur "Hairstyle and Fashion" diharapkan dapat membangkitkan sektor pariwisata di Borobudur dan sekitarnya.

Harapan itu disampaikan Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (TWC), Edy Setijono, di sela-sela pergelaran Mahakarya Borobudur "Hairstyle and Fashion" di Taman Akhsobya, Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (30/9) malam.

Pada pergelaran tersebut akan ditampilkan pertunjukan istimewa peragaan busana karya perancang ternama Anne Avantie; penampilan penyanyi Maria Calista (Pemenang Asia Broadcasting Korea Selatan) dan Lucky Octavian (Finalis Indonesian Idol 2004); dan persembahan Tari Kolosal dari ISI Yogyakarta.

"Hairstyle and Fashion ini merupakan upaya untuk mempelajari apa yang ada di Borobudur, terutama yang tertuang di relief-relief Candi Borobudur bahwa Borobudur merupakan perpustakaan besar kita semua," katanya.

Tahun lalu, ujarnya, pihaknya mencoba mengapresiasi Borobudur dengan mengambil tema Song of Borobudur. "Tahun ini kita mengambil tema hairstyle and fashion," katanya.

Ia berharap semoga Mahakarya Borobudur menginspirasi, terutama generasi muda untuk lebih menghargai dan memahami kebesaran borobudur ini bagi tanah air.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magelang, Tanti Zaenal Arifin, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PT TWC yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia menuturkan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan potensi wisata yang ada di Borobudur.
Dijelaskannya pula, kegiatan ini terinspirasi oleh relief-relief yang ada di Candi Borobudur.

"Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk meningkatkan daya tarik wisata khususnya di Borobudur dan sekitarnya. dan juga menginspirasi para desainer muda," katanya.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esti Reko Astuti tujuan penyelenggaraan kegiatan ini untuk menarik wisatawan.

"Kita mengira semua orang di dunia ini mengenal Candi Borobudur ternyata tidak seperti itu, karena data kunjungan wisata untuk wisatawan mancanegara kurang dari 300 ribu dan wisatawan Nusantara tidak sampai 4 juta dalam setahun," katanya.

Ia menuturkan padahal kalau dilihat Candi Borobudur luar biasa. Hal ini yang mungkin menorong menjadikan Borobudur sebagai salah satu dari destinasi prioritas yang kita dorong untuk pengembangannya.

"Mudah-mudahan sebagai salah satu faktor aksesibilitas lewat bandara nanti bisa cepat sehingga akan mendorong juga kunjungan ke Borobudur," katanya.

Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help