APBD-P DKI Batal Disahkan, Dirjen Otda Sebut Dewan Egois

Dirjen Otda, Soni Sumarsono, mengamuk setelah tahu duduk soal tidak disahkannya APBD-P 2017 DKI Jakarta oleh DPRD DKI Jakarta, Jumat lalu.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri,  Soni Sumarsono, mengamuk setelah tahu duduk perkara tidak disahkannya APBD Perubahan 2017 DKI Jakarta oleh DPRD DKI Jakarta pada Jumat (29/9/2017) lalu.

Penundaan penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) DKI Jakarta tahun 2017 Rp 71, 8 triliun itu ternyata karena DPRD dan Pemerintah Provonsi (Pemprov) DKI Jakarta belum mencapai kata sepakat soal angka kenaikan tunjangan Dewan.

"Akibat terlambatnya pengesahan yang dirugikan semua pihak. Pembangunan bakal molor, penyerapan, dan paling krusial adalah ada program rehab sekolah yang bakal terhambat. Bahkan, telat pengerjaannya," beber Sumarsono, Sabtu (30/9/2017).

"Saya sarankan sahkan saja. Masalah keuangan Dewan harus disesuaikan dan harus wajar. Jangan sampai masalah itu menghambat," kata Soni di Jakarta, Sabtu (30/9/2017).

Menurut dia, memang tak ada sanksi apa pun atas keterlambatan pengesahan APBD Perubahan. Namun implikasinya sangat besar dan ia menilai adanya egosektoral yang cukup besae dari wakil rakyat.

Karena itu Soni meminta anggota Dewan menurunkan sikap ego mereka. Apalagi kenaikan tunjangan Dewan membutuhkan peraturan gubernur (pergub).

"Ini telat. Maka Anies-Sandi (akan) terkena dampaknya, besar. Untuk menurunkan anggaran butuh proses. Jadi bisa baru kerja November atau awal Desember. Pikirkan ini," tegas Sumarsono.

Dia menjelaskan, permasalahan utama tunjangan Dewan terkait Peraturan pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2017. Fasilitas dan tunhangan keuangan DPRD DKI harus digambarkan secara detail dalam pergub.

Selanjutnya harus ada komunikasi dua arah antara Gubernur dan Pimpinan Dewan untuk menyepakati.

"Dalam PP DPRD DKI diberikan ruang tingkatan pilihan angka-angka kenaikan. Makanya, kesepakatan mereka saja biar cepat selesai. Asal kenaikan angka rasional," jelas Sumarsono.

Halaman
12
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Editor: YB Willy Pramudya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved