WartaKota/
Home »

News

» Jakarta

Polisi Sebut Tawuran Dewi Sartika Dipicu Rebutan Lahan Parkir 

Kedua belah pihak mengklaim kalau putaran jalan tersebut merupakan haknya untuk mencari uang sebagai pak ogah.

Polisi Sebut Tawuran Dewi Sartika Dipicu Rebutan Lahan Parkir 
m13/Joko Supriyanto
Ini U-turn di depan RS Budi Asih di Jalan Dew Sartika, Cawang, yang jadi pemicu tawuran di wilayah ini, Jumat (29/9/2017). 

WARTA KOTA, CAWANG --- Saat ini polisi masih mencari para pelaku lain yang terlibat tawuran di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jumat (29/9) kemarin.

Salah satu pelaku yang sedang di cari berinisial GZ, di mana pelaku berusaha merusak pembatas jalan yang digunakan sebagai U-turn.

Baca: U-turn Budi Asih Diperbaiki, setelah Picu Tawuran Antarwarga

Kapolsek Kramatjati Kompol Supoyo mengatakan, kejadian tersebut disebabkan perebutan lahan parkir. Kedua belah pihak mengklaim kalau putaran jalan tersebut merupakan haknya untuk mencari uang sebagai pak ogah. Tidak ada yang mau mengalah membuat keributan kerap terjadi. 

"Pemicunya itu putaran balik di depan RS Budi Asih, jadi sebenarnya itu sudah ditutup, tapi kemarin sempat dibuka lagi, akhirnya terjadilah konflik," kata Kompol Supoyo saat dikonfirmasi, Sabtu (30/9/2017).

Baca: Polisi Tangkap Tujuh Pelaku Tawuran di Jalan Dewi Sartika

Menurutnya, penutupan tersebut sudah terjadi pada awal tahun lalu saat konflik pernah terjadi, namun ada oknum yang membongkarnya.

"Pihak kecamatan dan kelurahan juga sebenarnya sudah menyurat ke dishub untuk tutup permanen namun malah ngga ada tanggapan, dan itu juga dilakukan saat kejadian pertama, karena kalo dibuka pasti akan terjadi konflik," katanya.

Baca: VIDEO: Dipicu Dendam Lama, Warga Tawuran di Jalan Dewi Sartika

Sementara itu, pihaknya juga mencari pelaku GZ di mana yang bersangkutan tak hanya membongkar putaran jalan tapi juga diketahui kerap menjadi provokator pemuda Taman Harapan dan Eks Batalyon Siliwangi. 

"Ya memang mereka ini mengatasnamakan warga BS, tapi mereka ini sudah tidak tinggal di BS, cuma karena mereka merasa lahir di situ ya mereka kembali lagi, dan terjadilah perebutan lahan u-turn itu," katanya.

Semantara itu, pihaknya akan melakukan pengawasan di lokasi tersebut. Sebanyak 70 personil gabungan dikerahkan. Putaran jalan tersebut pun sudah ditutup, jadi tidak ada alasan tawuran kembali terjadi. (m13/Joko Supriyanto)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help